Faidi Rizal Alief - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

2 Mar 2022

Faidi Rizal Alief

 


ELEGI POHON RAMBUT

 

i.

kembalikan kerismu ke warangkanya

mata tajamnya tak akan tembus dada

kulit cintaku telah kebal senjata

langit dan bumi menyatu di dasarnya

 

dari Bangkalan aku hanyalah rindu

menyeberang laut ombak yang mengantarku

selebihnya aku tetap Raden Ayu

darah dan dagingku dari susu ibu

 

mata paman telah salah melihatku

sebagai mata petaka yang menyaru

keris yang kubawa ini pengasihan

pamornya sepasang kupu-kupu bulan

 

tapi bila api telanjur berkobar

gerimis tangisku pun habis terbakar

kulemparkan keris ke tanah yang basah

gumpalan awan merengkuh langit cerah

 

kuserahkan tusuk konde dengan lapang

jangan buka daun sirih tiga benang

cukup engkau tancapkan ke dada ini

seluruh diriku akan terbang tinggi

 

di tanah tempatku terpejam sendiri

jangan tutupi sesalmu dari wangi

sebab sungguh, kejujuran itu harum

lebih dari seribu kembang yang ranum

 

biarlah ombak kembali pada laut

saat jantungku disentuh lidah maut

tak akan ada dendam dari Madura

sebab bulan tetaplah sekuning nangka

 

pulanglah, Paman Patih menghadap raja

darahku di tanganmu akan bicara

kematian ini adalah baktiku

wangi tubuh ini adalah buktiku

 

ii.

pohon yang tumbuh di atas kuburanmu

tidak lain adalah tulang rusukku

yang menyamar jadi tusuk konde emas

untuk menjaga dirimu dari cemas

 

tiga helai benang dan selembar sirih

adalah helai rambutmu yang kupilih

di dalam bumi menjalar jadi akar

langit menyiramnya dengan hujan sinar

 

pohon ini tak akan kering dan mati

ranting dan daunya merindangi Bali

beragam doa dan mantra bersembunyi

ia akan hidup di dada yang nyeri

 

siapa pun yang datang mengunjungimu

kuterima pula sebagai tamuku

yang membawa dupa tak dilarang masuk

yang menabur bunga biar kian khusyuk

 

bila yang ditinggal tetes air mata

yang dibawa pulang tentu cinta kita

bila yang ditinggal wangi bunga-bunga

kita akan mengunci pintu lukanya


Bandungan, 2022

 

 

*Faidi Rizal Alief lahir di Sumenep, 15 November 1987. Menulis puisi sejak nyantri di PP Mahasiswa Hasyim Asy'arie Yogyakarta. Puisi dan cerpennya pernah terbit d berbagai media massa nasional dan lokal. Buku puisinya Pengantar Kebahagiaan, basabasi 2017 menjadi buku terbaik Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2018 , Latar Belakang Kebahagiaan, CMG, 2020. Beberapa kali menjadi juara dan nomine lomba cipta puisi, cerpen, dan novel sejak tahun 2011. Terkumpul pula dalam beberapa antologi puisi bersama. Saat ini sedang menyiapkan kumpulan puisi tematik berbahasa Indobesia dan Madura sambil lalu mengisi sanggar-sanngar menulis di sekolah dan kampus. 

 

WA 087794742662

Fb faidi rizal alief

 


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com