005

header ads

PUISI FILESKI (RAMADHAN) DI ANTARA SUBUH DAN SENJA


bulan terhapusnya dosa-dosa

kehadiranmu membawa terang dari timur usia

melantunkan kumandang menepis gulita

menggugah rasa kantuk, hangatkan meja keluarga

di kala pagi, yang biasanya masih meringkus mata.


dalam perjalanan menahan lapar dahaga

mengayuh roda-roda kehidupan, kuatkan iman

di bawah terik dan perut yang berbunyi

merenung arti tujuan arah sejati


oh terik surya yang tak mau redup sedikit saja

bersujud aku menenggelamkan wujud

dikepung siang yang menghilangkan bayang 

hadirkan sang maha, memohon ampunannya 


dari air yang mengalir, membasuh mulut, hidung, dan telinga

meluruhkan segala khilaf dan angkara 

oh detik demi detik terus merampas usia 

sampai kapan mau bergelimang dosa?


oh ramadan, kini engkau semakin senja

meredup dan menjauh, aku pun semakin rapuh

engkau pelita, menyinari jalan di kegelapan,

hadirkan kemuliaan di setiap kerut dahi 

yang tak bermahkota


dari kejauhan, terdengar senja berkumandang

tiba waktunya aku berbuka, 

yang tadinya ingin menelan dunia

ternyata hanya fatamorgana.

nafsu yang memburu itu, hanya semu

karena seteguk saja, mampu menghadirkan surga



Puisi ini dibacakan oleh Na Wiyono di Bentara Budaya Jakarta, 28 Maret 2024


Posting Komentar

2 Komentar

  1. Nur Hikmah A.M :
    Puisi religius yang menyentuh hati. Ditulis dengan penjiwaan secara totalitas .Mantap.

    BalasHapus

Andai bisa klaim Honor untuk karya puisi dan cerpen yang tayang sejak 1 April 2024