Puisi-puisi Ibna Asnawi Sesudah Magrib - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

15 Nov 2022

Puisi-puisi Ibna Asnawi Sesudah Magrib

 Puisi-puisi Ibna Asnawi

Sesudah Magrib


angin semilir,

pitutur pikir

meraih kenyataan

yang jauh dan patah


petang berlayar,

ke langit berdenyar

diusik pertanyaan-pertanyaan

yang lemah


rahasia merunggi,

rinai degupku

menukik

kedalamanmu


Longos, 9 Mei 2022.


Seorang Gadis


baka falsafah,

riap amarah

merayapi uzur usia


kaidah pitarah,

jagat kefanaan

sebuah gema

tak reda di kepala


Poteran, 18 Mei 2022.


Melati di Depan Rumahku, Menantimu*


lara embun

gairah kembang, duhai

menyuruk ke sesal batin


lirih ia memiuh,

menempuhmu

ke remang sajakku


Longos, 25 Mei 2022.

*lirik lagu Pecah Seribu


Tidur Setelah Subuh


waktu subuh

berdenyut

ke katup mata

separuh jaga

membaca rencana

untuk hari

yang masih muda


Longos, 8 Juni 2022.


Tamasya


menghindari gerah

uap metropolis

menjangkau dusun

menikung keramaian


haluan perjalanan

menyeka gulana

dalam alamat

sepasang muda

wangi gairah asmara

gegas mengakhiri jumpa


Poteran, 15 Juni 2022.
















Ibna Asnawi, lahir di Sumenep, Madura. Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri.





INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com