PUISI FIRMAN WALLY-BERHATI NIRWANA - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

3 Agu 2023

PUISI FIRMAN WALLY-BERHATI NIRWANA


BERHATI NIRWANA

    :Zahratun Ulfa


Sebelum adanya pertemuan

ruang pesan singkat adalah permulaan

awal kami menyapa

dijembatani suara-suara yang ingin didengarkan

dan pertanyaan yang manyalip jawaban


pertama, kedua dan ketiga

aku berjumpa bunda

di ruang pendingin

kala matahari mengetuk jendela

di sabtu pagi paling bahagia


aku adalah si buta 

yang ingin melihat dunia

dengan mata telanjang dada

tanpa sehelai sutra

dan itu benar adanya


kesempatan demi kesempatan

selalu diberikan dihimpit kesempitan

waktu yang egois


tidak tenggelam di situ semua tentang kami

pada obrolan kecil di ruang pesan singkat

masih terus memikat

masi terus berlanjut sebagaimana

silaturahmi tak ingin kusut


sepuluh juli 

di rumah berlayar

pada permukaan laut

di situ kami dipertemukan kembali

tak kurang rasa terima kasih atas 

kelapangan waktu 

campur tangan tuhan berhati ibu


perjalanan mambayangi kami

yang lebih dari sepuluh jari

memanggal lautan

menjahit pulau-palau di permukaan

menuju surga di tenggara akhir dari tujuan

kami pun tiba 

belajar berbagi debar di dada

berpesta di pasir senja berkaca


bila terjawabnya pertanyaan adalah kepuasan

uluran tangan adalah kebahagian

dan bahu tempat keluh berlabuh

maka padamu jua puisi aku sandingan

untukmu, bunda

selama perjalanan hatimu begitu biru

bersahaja parasmu adalah nirwana

pada mata semesta

sampai kapanpun menolak lupa

sudah pasti itu kepemilikanku

dan lupa atas keiklasan adalah satu-satunya frasa yang paling kuingkari


Tahoku, 03 Agustus 2023


Firman Wally pria kelahiran Tahoku, 03 April 1995. Penulis buku Lelaki Leihitu, Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan, dan Menghibur Luka. Saat ini aktifitasnya selain menulis, juga sebagai pengajar di SMA NEGERI 27 MALUKU TENGAH. Akun Instagram: firmanwally02
Nomor WA: 081240039343


INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.