Puisi Akhmad Sekhu - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

13 Feb 2022

Puisi Akhmad Sekhu

Memo Kecemasan untuk Ronggowarsito

Berkas-berkas kertas kini hanya bertuliskan cemas

Anak-anak sudah tak lagi bebas pergi ke sekolah

Tak ada lagi belajar, semua tenggelam permainan layar

Curahan hati orangtua didedahkan pada media sosial

Tak ada lagi komunikasi, semua asyik sibuk sendiri

Jurang-jurang kesenjangan semakin lebar menganga

Memperlihatkan kengerian jiwa penuh keterasingan 

 

Rumah-rumah menutup pintu-jendela begitu gelisah

Tak ada lagi kehangatan keluarga, semua sangat resah

Memandang masa depan makin muram penuh tanda tanya

Tak ada lagi tegur sapa, semua hanya bicara di dunia maya

Begitu menutup layar baru terasa kehidupan sangat ambyar


Inikah zaman kalabendu yang telah kau ramalkan sejak dulu

Begitu terasa sangat lara betapa kesengsaraannya tiada tara

Zaman yang tampak semakin edan dengan tindak kejahatan

Perilaku di luar nalar sudah menjadi peristiwa kelaziman

Perang urat syaraf sudah semakin membuat kram otak

Tak ada lagi kemanusiaan, semua melebihi ekspetasi kasihan

Kita harus bagaimana lagi untuk menghadapi cuaca buruk

Tak ada lagi ketenangan, Pandemi Corona ini di luar prediksi

Keadaan sudah sedemikian parah untuk dinamakan lumrah


Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, 2020-2022

 




INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com