005

header ads

Puisi Firman Fadilah

 

SENJA MASA LALU



Masih kusimpan rona senja kampungku

di geriap lampu-lampu kota menjelang

petang, suara-suara sayup, tapi

tak terdengar lagi riang celotehmu.


Aku ingin menjadi kanvas agar senja

abadi dalam tubuhku dan beragam

kenangan yang diciptakan waktu

mudah kuingat,

rinduku hampir sekarat.


Dulu, sering kulukis senja dengan

gunung dan petak sawah

di sisinya, burung-burung pun

berlalu, membawa pekat

isyarat bila senja itu

ialah terakhir kali

sebelum sawah menjadi

pertokoan, gunung dilipat

menjadi gundul jalan

penambang.


Kurebahkan kenangan pada

lukisan senja di tubuhku,

tidak ada anak-anak bermain

layangan, suara tawa tertimbun

polusi dan limbah pabrik dan

aku seperti berada di negeri

asing.


Aku ingin melukis senja dengan

gedung dan mendung yang

mendominasi dan aku terkesima

manusia ibarat kuas yang bisa

mengubah sesuatu menjadi lebih

indah atau lebih parah.


Tanggamus, 17 November 2021

Penulis bernama Firman Fadilah, tinggal di Lampung. Karyanya tersiar di berbagai media cetak seperti radar madiun, radar malang, dan online, negara kertas.com, radar banyumas, litera.co, dll. Surel, fadilahfirman651@gmail.com









































Posting Komentar

0 Komentar