Sabtu, 25 Juli 2025 FLP Karanganyar adakan launching buku antologi puisi dan cerpen dalam rangkaian acara Festival Panggung Literasi di Ruang Audio Visual Disarpus Karanganyar.
Antologi puisi berjudul "Ibu dan Cahaya" berisi kumpulan puisi para penulis se-Jawa Tengah yang diterbitkan oleh Komunitas Yuk Menulis.
Launching buku puisi ini dimeriahkan dengan deklamasi puisi oleh para penulis, termasuk oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Karanganyar (Disarpus), Nurhayati, A. P. , M. M. membawakan puisi berjudul Pangestuku.
Puisi-puisi bertema ibu dan perjuangan ini berisi puisi-puisi mengharukan dan menyentuh hati tentang cinta kasih ibu yang tulus dan menginspirasi.
Ketua Panitia, Muchamad Imam Bukhori menyampaikan sambutannya terkait acara festival literasi ini, berharap literasi di Bumi Intanpari ini bisa terangkat lagi.
Nurhayati, A. P., M. M juga mengucapkan selamat atas launching kumpulan puisi "Ibu dan Cahaya", bahwa ternyata di mata seorang anak, ibu adalah sosok yang menginspirasi dan kasihnya yang tulus.
Selain buku antologi puisi, launching juga antologi cerpen "Langkah Kecil untuk Hidup Bermakna" yang ditulis oleh para anggota FLP dan masyarakat umum, berisi kisah-kisah inspiratif yang ringan untuk dibaca.
Selanjutnya kedua buku antologi tersebut dibedah oleh Agus Yulianto (Ibu dan Cahaya) dan Suyanto (Langkah Kecil untuk Hidup Bermakna).
Menurut Agus Yulianto, tema ibu adalah tema yang tak pernah habis dibaca dan dituliskan. Sosok ibu selalu menjadi inspirasi dalam hidup. Para penyair kerapkali menjadikan ibu sebagai ide tulisan, simbol sebuah kasih tulus dan pengorbanan.
Suyanto memaparkan pula pendapatnya tentang buku antologi cerpen yang ditulis oleh 23 penulis, yakni menulis itu bisa dari sesuatu yang sederhana, dengan cara menemukan ide dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita menjadi sebuah tulisan adalah. Selain itu, kisah-kisah lain dalam buku antologi ini memiliki kekuatan yang unik, mengejutkan dan sangat worth it untuk dibaca. (*)


0 Komentar
Lingkar literasi, sastra, dan seni budaya Asia Tenggara serumpun Bahasa.