005

header ads

Puisi Irmadani Rohmawati "Riak"



RIAK —
Seandainya aku bukan daratan,
melainkan arus yang lupa pulang,
akankah langit lebih ramah,
pada jiwa yang ingin menghilang?
Jika aku belajar bernapas di kedalaman,
akankah dunia tampak lebih terang?
Ataukah keindahan,
hanya milik mereka yang berani tenggelam?
Ibu,
maafkan anak-anak yang tumbuh,
tanpa tahu cara memeluk bumi.
Kami menari di antara arus,
belajar hidup dari gelombang,
yang tak pernah diam.
Kota ini—
ia hidup dari cahaya yang rapuh,
seperti kau,
yang kucinta tanpa tahu caranya.
Namun cinta,
ternyata tak selalu cukup,
untuk menahan laut agar tetap tenang.
Kadang,
yang mekar justru perpisahan,
pelan-pelan,
tanpa suara.
Inilah kisah kita,
manis yang hampir pahit,
pahit yang hampir manis.
Aku tetap di sini,
menjadi saksi,
bagi dunia yang terus berubah,
bagi keindahan,
yang tak pernah benar-benar pergi.
Dan jika suatu hari,
semua harus tenggelam.
aku tahu.
laut tak pernah menyesal,
telah mencintai langit.

— Madiun, 2 Februari 2026

Irmadani Rohmawati atau akrab dipanggil Irma lahir di Madiun pada 13 Februari 2008,adalah seorang siswi SMA Negeri 2 Madiun yang tengah menduduki kelas XII. Aktif dalam kegiatan organisasi dan lomba. Serta memiliki ketertarikan di dunia sastra dan menjadikannya sebagai tempat untuk menuangkan ekspresi serta emosinya. Dapat ditemui melalui email: irmadnir13@gmail.com dan Instagram @irmadnir.


Posting Komentar

0 Komentar