005

header ads

"Ngondhuh Berkah, Ngerandu Poasa’an": Lesbumi PCNU Jember Mendaras Warisan Ulama NU Timur Jawa

JEMBER – 16 Februari 2026. Memasuki usia satu abad pada tahun 2026, Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya merayakan perjalanan panjang organisasi, tetapi juga merefleksikan kontribusinya terhadap bangsa dan agama. Dalam semangat tersebut, Lesbumi PCNU) Jember bersama dengan PTIQ Nurul Quran Sukogidri-Ledokombo, NHP Film, dan Sanggar Umah Wetan menggelar acara bertajuk "Ngondhuh Berkah, Ngerandu Poasa’an". Acara yang berlangsung di Aula PTIQ Nurul Quran ini merupakan perpaduan antara seni, budaya, dan spiritualitas yang diharapkan dapat menarik partisipasi luas dari masyarakat.


Tema "Ngondhuh Berkah, Ngerandu Poasa’an" dipilih dengan cermat untuk menggambarkan esensi dari peringatan satu abad NU. "Ngondhuh Berkah" berarti mencari berkah dari Allah SWT melalui berbagai amalan, sementara "Ngerandu Poasa’an" mengajak untuk merenungkan makna puasa sebagai latihan spiritual. "Kami ingin acara ini tidak hanya seremonial, tetapi juga memberikan manfaat spiritual dan intelektual bagi semua yang hadir, kita harus meneladani Rasulullah melalu ajaran para ulama, seperti KHR As’ad Syamsul Arifin dan KH Ahmad Shiddiq yang kita diskusikan mala mini”, ujar KH. Dr. Muhammad Izzuddin, M.Hi. Beliau adalah Pengasuh PTIQ Nurul Quran Ledokombo


Rangkaian acara dimulai dengan lantunan Shalawat Al Wasilah PTIQ Nurul Quran Ledokombo,  Mamaca Sang Duta, Babad Satus Taun NU karya Cak Sid dari Sanggar Umah Wetan, kemudian dilanjutkan oleh seaman puisi oleh penyair nasional Muhammad Lefand dari Lesbumi Jember. Puncak acara adalah pemutaran film dokumenter "KH. Achmad Shiddiq: Islam dan Pancasila" yang diproduksi oleh NHP Film. Yusrizal NH dari NHP Film menjelaskan, "Film ini dibuat untuk mengenang jasa-jasa KH. Achmad Shiddiq dalam merumuskan konsep Islam Nusantara yang moderat. Kami berharap penonton dapat mengambil hikmah dari perjuangan beliau, terutama dalam konteks kebangsaan saat ini yang kerap diuji dengan isu-isu intoleransi."


Dalam ulasannya Prof. Dr. Akhmad Taufiq, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan masukan terhadap narasi sejarah yang perlu diperhatika secara cermat. “Film ini menarasikan pemikiran dan peran Kiai Ahmad Shiddiq tentang dialektika hubungan antara Islam dan Pancasila, yang menjadi dasar bagi NKRI, untuk diketahui oleh kita semua bahwa perjalanan NU dan bangsa ini tidak lepas dari diskursus yang pelik tapi produktif”, jelasnya.



Acara yang terbuka untuk umum tersebut dihadiri oleh ratusan santri, dewan guru/ustadz, seniman, aktivis, dan masyarakat umum. “Selain sebagai bagian dari peringatan satu abad NU, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antarumat beragama dan sesama anak bangsa”, ujar Siswanto Ketua Lesbumi Jember.




Posting Komentar

1 Komentar

Lingkar literasi, sastra, dan seni budaya Asia Tenggara serumpun Bahasa.