Surat Terakhir- Puisi Firman Wally - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

23 Agu 2023

Surat Terakhir- Puisi Firman Wally



SURAT TERAKHIR


kepada kakasihku

yang gagal kunikahi


di ujung tanjung ini

kutuliskan surat dan akan kukirimkan lewat embusan nafas

kuyakini setelah surat ini sampai pada bibirmu

air matalah yang menjadi penanda pada setiap  halaman. Tahan dulu air matamu, jangan terburu-buru, kekasih. 


sebelumnya

hatimu telah kubebaskan untuk terbang ke siapa saja, sampai sayap-sayapmu benar-benar patah di ujung binaiya

lalu bulu-bulu berhamburan menjadi pulau tujuh yang kelabu, padaku


kegagalan yang tak sengaja kulakukan

bukanlah keinginan hati yang tak ingin

bahkan sebelum kesalahan itu terjadi

segala pertemuan telah kukunci

hingga akhirnya menjadi jeruji untuk diriku sendiri padamu yang gagal kumiliki menuju hari penantian


bila surat ini sampai padamu

jangan lekas mengucapkan selamat tinggal

pada hati yang telah menjadi perahu 

kau cukup berdiam saja bak telaga yang tak disentuh angin melaju


bila surat ini sampai padamu

jangan terburu-buru menjatuhkan air mata

agar tak ada luka 

yang membengkak di ujung perpisahan


Tahoku, 2023


_________________________________________________
Firman Wally penulis kelahiran Tahoku, 03 April 1995. Alumni Unpatti, Jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia. Penulis buku Lelaki Leihitu, Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan, dan Menghibur Luka. Karya sastranya sudah termuat di berbagai antologi bersama penyair nasional-internasional, kurang lebih 70 antologi. Saat ini aktifitasnya selain menulis, juga sebagai pengajar di SMA NEGERI 27 MALUKU TENGAH. Akun Instagram: firmanwally02
Nomor WA: 081240039343


INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.