005

header ads

* Puisi KORUPSI

 




Oleh Ahmad Rizal


PASTI MELAWAN KORUPSI


Lihatlah negeri kita

Yang subur dan kaya raya

Sawah ladang terhampar luas

Samudera biru

Tapi rataplah negeri kita

Yang tinggal hanyalah cerita

Cerita dan cerita, terus cerita? ( cerita terus)

Pengangguran merebak luas

Kemiskinan merajalela

Pedagang kaki lima tergusur teraniaya

Bocah-bocah kecil merintih

Melangsungkan mimpi di jalanan

Buruh kerap dihadapi penderitaan

Inilah negeri kita

Alamnya kelam tiada berbintang

Dari derita dan derita menderita? ( menderita terus)

Sampai kapan derita ini (au-ah)

Yang kaya darah dan air mata

Yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi 

Dinodai

Dikangkangi

Dijajah para penguasa rakus

Dinodai

Dikangkangi

Dikuasai

Dijajah para penguasa rakus



KERANDA KEMATIAN BAGI KORUPTOR


Oleh Ahmad Rizal 


Kemana engkau ketika gemuruh antikorupsi

Di persada negeri ini tidak pernah berhenti

Sengaja engkau tutup mata engkau tutup telinga

Di balik kuasa hukum mu merancang dusta


Koruptor orang tak bermalu menjadi benalu

Manusia tak bermoral menjadi lintah menghisap darah

Tak beriman mementingkan nafsu serakah

Melupakan tanggung jawab dan amanah


Hukum di negeri ini begitu lemah

Dapat diputarbalikkan dapat diperjualbelikan

Tak pernah tuntas menangani kaum koruptor

Sehingga korupsi beranak-pinak di negeri ini


Tak ada pilihan lain

Kami terus menggemuruhkan antikorupsi

Sebab korupsi menjadikan rakyat miskin, negeri miskin

Sampai kapanpun kami terus mengusung keranda kematian bagi kaum koruptor 



IMUNISASI KATA


Oleh Ahmad Rizal


Walau aku tak lengkap mengeja, gagap mengucap makna

Tapi dalam tubuhku telah mengalir antibodi antikorupsi

Imunisasi kata kanak-kanakku

Mengajarkan sumpah

Diantara beberapa penyakit kronik bangsaku

Korupsi adalah infeksi paling serius

Yang terus menggerus arus hidup

Korupsi adalah gerakan kanker ganas menggerogoti tiang pembangunan 

Dan aku melawannya

Dan aku menolaknya


Imunisasi kata

Membuatku kebal,tak ada minatku mencicipi nikmat harta korupsi

Tubuh dan jiwaku terlindungi

Bukan hanya sebagai jargon

Tapi mantra antikorupsi

Ayat suci penolakan korupsi 





BATU WAKTU


Oleh Ahmad Rizal 

  

Korupsi telah menjadi batu

Sepanjang sungai keyakinan dan cintamu

Korupsi mengalir deras didalamnya

Sesekali menyeruak disela bebatuan hidupmu

Kadang terhempas, terseret bahkan tergores

Namun engkau menikmatinya

Batu-batu pun telah menjadi waktu

Bagi tanah-tanah tepi

Menggumpal mengikuti riak gelombang

Menari-nari diatas buih yang datang dan pergi

Aku terkesima

Korupsi dan batu telah menjadi waktu

Bagi hasrat yang tak bertepi

Bagi hidup yang sekali 



JIKA CINTA


oleh Ahmad Rizal 


Jika cinta itu adalah papua

Semoga saja semua air mata di bumi cenderawasih

Kan berubah menjadi tsunami

Siap menenggelamkan nyawa para pejabatnya

Yang korup diatas kemegahan ranjang

Berbinal keserakahan


Raas, 2023


* Republik Raas saat ini tercatat sebagai Mahasiswa Pascasarjana, Fakultas Ekonomi Islam Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang. (UIN-MALANG)

Hp : 085925351807

Email : santrishopies@gmail.com

Posting Komentar

0 Komentar