BAHAGIA DAHULU, BARU PINTAR - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

22 Agu 2023

BAHAGIA DAHULU, BARU PINTAR




BAHAGIA DAHULU, BARU PINTAR


      Setiap orang tentu menginginkan anak yang pintar dan cerdas. Banyak kita lihat ketika anak masih berada di usia dini, para orang tua akan berperan paling depan untuk melakukan pendidikan terhadap anak-anaknya, seperti mengenalkan huruf, angka, nama-nama hewan, buah serta benda lainnya, diselingi dengan kegiatan saat berinteraksi dengan si kecil. Semua itu tidak salah, hanya saja terkadang beberapa konsep sedikit kurang tepat. Saat anak memiliki usia dan kecenderungan memahami sesuatu secara bertahap, sehingga mereka mulai peka terhadap lingkungan di sekitar. Sangat penting untuk mengikuti pola penyesuaian tahap proses tumbuh kembang motorik mereka, agar berdampak baik dan sesuai apa yang seharusnya diberikan untuk pemahaman yang masih lunak. 

           Perkembangan otak manusia sejak bayi hingga dewasa  tentu memiliki proses  yang berbeda. Setiap tahap proses dan reaksi motorik anak akan semakin berkembang sesuai seiring bertambahnya usia. Hal-hal yang diberikan kepada tiap tahap perkembangan juga harus diperhatikan dan beragam. Dilakukan secara perlahan untuk mengerti bahwa setiap fungsi saraf anak berusia muda begitu rentan. Di usia perkembangan itulah beberapa hal perlu diperhatikan, dari cara memberikan pengetahuan, sikap hingga segala aspek perbuatan yang sejatinya mempengaruhi jangka panjang tumbuh kembang anak. Apa yang mereka terima itulah yang akan berkembang di masa depan.

        Tahap memberikan pemahaman pada anak sangat penting untuk orang tua tahu. Setiap jenjang bertambahnya usia diiringi  perkembangan otak. Mereka semakin aktif dan kian peka menganalisis keadaan di sekitar. Bahkan daya tahan tubuh akan berkembang semakin baik. Memberikan pengetahuan secara bertahap, dengan menggunakan metode ringan dan tidak membuat mereka berpikir terlalu berat, sehingga melampaui kapasitas anak. Terpenting pada usia dini adalah rasa bahagia yang perlu ditanamkan pada diri mereka, seperti yang dikatakan oleh Ibu Elly Risman Musa, Psikologi Indonesia. Kesimpulannya seperti ini, bahwa kebahagiaan adalah hal pertama dan itu sangat penting bagi anak, baru setelahnya pintar. Otak anak akan berkembang baik saat hati mereka bahagia. Hormon yang berkembang akan berfungsi  baik, ketika energi positif anak terus diciptakan oleh orang tua. Beberapa hal bahagia bukan mesti selalu bermain sepanjang waktu, ada kalanya di tengah berinteraksi dengan mereka diselingi pengetahuan dasar. Tentu dengan menggunakan metode yang membuat ia bersemangat dan bahagia. Beberapa contoh umum banyak dilakukan adalah dengan menggunakan metode belajar sambil bermain. Kita bisa saja sambil menemani si kecil bermain, lalu memberikan contoh perbuatan hal seperti apa yang seharusnya mereka lakukan, serta hal yang tidak boleh dilakukan. Juga memberi tahu mereka segala yang buruk dan benar, dengan memperagakan seakan sedang bermain menggunakan metode mudah untuk mereka memahami serta menarik perhatian si kecil. Contoh selanjutnya yaitu bercerita atau mendongeng, sambil memperkenalkan budi pekerti kepada mereka terhadap contoh perbuatan yang buruk dan baik.

        Rasa bahagia bukan hanya berlaku untuk anak-anak, tapi juga berlaku bagi siapa saja. Sebab rasa bahagia adalah sumber kekuatan dari energi positif yang dihasilkan. Tubuh bereaksi saat bahagia muncul, terpancar dari aksi gerak-gerik tubuh, perkataan, hingga perbuatan seseorang. Ketika rasa bahagia mampu menguasai tubuh, otak manusia akan bekerja dengan baik, menciptakan hormon dan memperbaiki kerja setiap sel saraf otak untuk berpikir lebih relevan, hingga lahirlah pemikiran jernih. Karena setiap pemikiran cemerlang berasal dari jiwa yang tenang dan bahagia. Hanya saja antara orang dewasa dan anak-anak memiliki kerentanan berbeda. Anak-anak biasanya hanya tahu rasa bahagia dan tidak kuat menahan segala kesedihan, rentan daya fisik, mental, dan batas logika mereka yang mempengaruhi. Sering kita temukan kasus anak yang hidupnya keras dan penuh penekanan, hingga menimbulkan depresi, rusaknya moral hingga berakibat kepada lingkungan itu sendiri. Kecacatan mental itulah yang dihindari sejak usia dini, karena setiap pembentukan apa saja dimulai dari pertama kali tumbuh, bukan di saat pertumbuhan sudah matang. Mungkin saja, tapi sedikit banyak pengaruh saat pertama usia tumbuh akan berdampak saat pertumbuhan itu matang dengan sempurna.

      Sedangkan orang dewasa memiliki perkembangan sempurna motorik, mental dan fisik yang kuat, sebagai pelindung dan pembentuk bagi si kecil. Oleh sebab itu bahagia dahulu baru pintar adalah hal yang sangat penting, karena jika anak hidup dalam tekanan akan berdampak pada motorik dan menghambat perkembangan pada otak mereka, ketakutan dan kesedihan akan mempengaruhi sistem kerja otak, serta memperlambat daya pikir. Kesedihan dan ketakutan anak adalah energi buruk yang membuat  sulit untuk berpikir jernih, serta mencapai kecerdasan yang kita inginkan. Mengikuti proses sesuai perkembangan setiap tahap usia. Anak-anak hanya memiliki pemikiran partikel, berbeda dengan orang dewasa yang memiliki pemikiran zig-zag serta mampu menahan dari sudut mana saja, ketika segala sumber pengetahuan ringan atau pun berat mulai memasuki pemikiran mereka. Sedangkan anak-anak hanya akan berpikir tegak lurus, ketika sedih mereka menangis, ketika senang mereka akan tertawa, ketika kesal mereka akan merajuk dan tidak pandai berpura-pura. Itulah mengapa saya sebut pemikiran mereka partikel serta orang dewasa zig-zag. Selain itu anak-anak juga membutuhkan kasih sayang yang cukup, perhatian dan segalanya. Sebab rasa bahagia tidak akan didapatkan dari perlakuan buruk. Anak-anak adalah aset masa depan kelangsungan peradaban, mari bahagiakan mereka dimulai dari kasih sayang dan perhatian orang tua yang cukup, lalu ciptakan generasi cerdas dari dengan memiliki rasa kebahagiaan yang cukup. Kebahagiaan adalah aset utama untuk menuju jalan yang lebih terang.

Riau, 2023

Note: Opini tersebut, saya menulisnya terinspirasi oleh perkataan Ibu Elly Risman Musa, Psikologi Indonesia 

 

Bionarasi

Nama Riska widiana. Berdomisili di Riau kabupaten Indragiri hilir. Karyanya termuat ke dalam media cetak dan online, majalah dan antologi. Juga pernah menjuarai lomba, juara satu (Jakarta dan Kolaburasi) penulis puisi terbaik  oleh penerbit Alqalam batang dan Salam Pedia, 2021) Alamat Facebook Ri-Ana, Instagram riskawidiana97 alamat email riskawidiyana86@gmail.com. 









INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.