005

header ads

Untuk Satu Nama | Puisi Lalik Kongkar

 Untuk Satu Nama | Puisi Lalik Kongkar


Aku mengukir sendiri namamu dengan huruf kapital tebal

Menggoreskan tinta abadi dengan tekanan teramat dalam

Berharap kau adalah satu-satunya pemilik kenanganku tentang berdua


Jatuh cinta padamu di setiap detik kebersamaan

Aku suka saat kau menari diantara tetesan hujan

Basah membuat tubuhmu berbunga

Aku suka kau bicara


Merdu mengalahkan kicauan alam

Bahkan kau terdiam, aku jatuh cinta

Kedamaian menghipnotis di setiap tatapan

Tidak ada bosan aku melihat kau bermain dengan angin


Hempasan itu menyebarkan aroma tubuh yang wangi menenangkan

Duduk meratap, kusediakan dua cangkir

Mencicipi keduanya seolah kau ikut menengguk


Lihatlah,,,

Satu nama abadi dalam hatiku

Tertulis jelas tidak akan pernah hilang

Untuk sebuah nama aku menunggu


Hanya Kita Yang Tahu


Apa yang aku katakan kepada mereka, tidaklah benar

Mereka tidak tahu tentang diriku

Tentang dirimu

Tersembunyi jauh di lubuk kalbu

Sepanjang waktu bayangi hariku


Mereka bertanya padaku

Di mana kau, siapa dirimu

Aku ceritakan tentangmu

Dengan imajiku

Jadikanku  tercela, cacat, tak setia

Tuk tutupi  cerita pilu kau dan aku


Satu kali aku pergi dengannya

Lain waktu aku di sampingnya

Mereka heran, tak mungkin paham

Itu kewajiban, itu desakan

Kutengok kau di hatiku

Tersenyum lembut,

Pintaku bersabar


Hanya kita yang tahu

Cintamu membungkus diriku

Kau ada bersamaku

Dalam tiap detak nadiku

Meski tiada yang dapat melihatmu


Ia Adalah 


Ia adalah beribu harap

Dalam lantun munajat

Adalah doa-doa yang

Mengalir setiap waktu


Ia adalah hidup ;

Adalah udara yang menghidupi

pagi, siang, sore dan malamku

Adalah air yang mengalir 

Dalam arus tenang dalam dada


Ia adalah kisah ;

Adalah diksi terindah dalam

bait bait puisi rindu

Adalah happy ending dalam

sebuah drama membosankan


Ia adalah paradoks ;

Adalah air mata dalam senyum dan tawa

Adalah awal dari sebuah akhir bahagia

Ia adalah petualang sejati dari blok timur



Lalik Kongkar, Pemerhati Pembangunan Desa Minat Kajian Politik Sastra dan Filsafat 


Posting Komentar

0 Komentar