MANUSIA SILVER - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

15 Des 2022

MANUSIA SILVER



Munculnya "manusia silver" yang semakin marak di berbagai sudut sudut kota yang  kini menjadi perhatian banyak pihak. Di berbagai media beritakan bahwa kemunculan  manusia silver semakin banyak. Menjadi manusia silver mungkin suatu cara alternatif untuk  mencari uang di tengah padatnya jalanan di Indonesia. 

Keberadaan manusia silver ini menggambarkan bahwa ada banyaknya masyarakat  yang ingin mencari uang dengan cara yang sederhana dan cepat. Mungkin sebagian adalah  masyarakat kurang mampu yang berusaha mencari sumber kehidupan. Dengan modal cat  silver yang dioleskan di sekujur tubuhnya, mulai dari ujung kaki hingga kepalanya. Padahal  menurut saya dengan mengecat tubuh seperti itu bisa membahayakan kesehatan kulitnya  sendiri. Informasi yang saya dapatkan, jika cat digunakan di bagian wajah khususnya, bisa menyebabkan efek terbakar, mudah masuk ke peredaran darah, hingga masuk ke saluran  pernapasan dan menyebabkan penyakit paru-paru. 

Di persimpangan jalan ketika lampu merah mulai menyala mereka berbondong bondong menuju ke tengah jalan sembari bernyanyi, berjoget, atau melakukan penampilan khasnya berharap mendapat sekeping atau selembar uang. Seperti halnya saja ketika sore  hari saya pulang kuliah, saya cukup sering menjumpai manusia silver ini di lampu merah persimpangan jalan. Mereka hormat kepada semua pengemudi kendaraan bermotor dan  kaleng bekas di tangan kirinya. Sebagian memberi namun sebagian tidak, terkadang saya  merasa kasihan karena untuk mencari sesuap nasi mereka harus mengoleskan cat di sekujur  tubuhnya yang jelas itu bahaya untuknya. Apalagi sebagian manusia silver ini adalah remaja  produktif yang seharusnya bisa memanfaatkan umurnya untuk hal yang lebih berguna. 

Kita bisa lihat diluar sana banyaknya remaja produktif yang masih menjadi  pengangguran, sehingga menjadi manusia silver merupakan cara alternatif untuk  mendapatkan uang. Remaja-remaja ini adalah remaja yang bingung akan masa depannya.  Apakah tidak ada pekerjaan yang lebih layak untuk mereka? Jawabannya ialah ada, namun  disisi lain kita juga paham betapa sulitnya mencari pekerjaan di negeri ini. Apalagi  diperparah dengan banyaknya anak-anak yang putus atau tidak mau melanjutkan  pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini membuktikan bahwa jumlah pengangguran di  Indonesia masih sangat tinggi dan selain karena lowongan pekerjaan yang sulit, menurut  saya juga disebabkan oleh rendahnya pendidikan sebagian besar masyarakat kita. 

Manusia silver hadir jauh sebelum pandemi masuk di negara kita, dan pandemi  memperparah keadaan ekonomi masyarakat kita sehingga banyak sekali yang ingin  mendapatkan penghasilan dengan cara yang cepat. Banyak sekali orang-orang yang  kehilangan pekerjaannya karena di phk. Sehingga mereka juga kehilangan sumber  penghasilan untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya. Melonjaknya korban phk akibat  pandemi mungkin menjadi alasan manusia silver semakin banyak di sekitar kita. 

Indonesia adalah salah satu yang terkena wabah pandemi Covid-19. Banyak sekali  pekerjaan atau pun sumber rezeki yang terpaksa berhenti karena semua dipaksa untuk  berdiam diri di rumah untuk memutus persebaran virus tersebut. Namun, jauh sebelum  pandemi manusia silver sudah terlebih dulu ada di negeri ini. Berhasil sebagai negara yang  bangkit dari keterpurukan pandemi, manusia silver jangan sampai memperkeruh keadaan.  Karena kehadiran mereka di jalanan bisa jadi membahayakan pengguna jalan dan diri  mereka sendiri.

Di Tanah Air untuk mengurangi maraknya manusia silver tidak bisa dengan razia  saja. Karena menurut saya akar permasalah bukanlah kriminalitas, melainkan ekonomi,  pendidikan, dan mungkin lapangan kerja yang sangat sulit untuk didapatkan. Mungkin juga  menjadi manusia silver ini adalah pilihan terakhir agar hidupnya tetap berjalan walaupun  kerap kucing-kucingan ketika razia. Mereka bersusah payah mencari sekeping koin, lalu  berusaha keras lagi untuk terhindar dari garukan aparat agar bisa pulang ke rumah dan  memberi nafkah keluarganya.  

Lantas bagaimana sikap pemerintah menghadapi ini? Manusia silver sebenarnya  bukanlah suatu kejahatan, mereka hanyalah sekelompok manusia yang cukup sulit mencari  nafkah untuk hidupnya. Untuk itu pemerintah dan pihak terkait seharusnya bisa melakukan  edukasi. Akan lebih bijaksana jika upaya yang dilakukan disertai dengan solusi yang diterima. Membuka selebar-lebarnya lowongan pekerjaan adalah salah satu contoh upaya untuk  mengatasi manusia silver. Dengan menambah edukasi dan pembinaan, pemerintah  seharusnya bisa menertibkan manusia silver ini dan memberikan pekerjaan yang lebih layak  untuk nasib hidupnya. 

Maka dari itu, manusia silver bukanlah suatu pekerjaan yang baik dan 

diperbolehkan, karena sangat beresiko terhadap kesehatannya. Beberapa masyarakat  mungkin memang kehilangan pekerjaan akibat pandemi kemarin. Namun, menjadi manusia  silver bukanlah solusi yang tepat.  

Semoga pemerintah bisa lebih peka dan terbuka terhadap masalah-masalah seperti  ini dan para manusia silver harus lebih berani mencoba hal baru untuk memperbaiki nasib  diri mereka untuk kehidupannya kelas. Keberadaan mereka merupakan contoh kecil kritik  sosial bahwa negara kita belum mampu mengatasi masalah kemiskinan.


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com