Terbujur Kaku Dalam Penantian | Puisi Fiana Winata - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

29 Nov 2022

Terbujur Kaku Dalam Penantian | Puisi Fiana Winata

 Terbujur Kaku Dalam Penantian

| Puisi Fiana Winata


Bertahan mengusir sepi

Tak terdengar lagi burung bernyanyi

Dulu tangan saling menggenggam

Tapi alam berkata untuk mengikhlaskan

Atma ini menyelusuri jalan yang panjang

Meretas duri yang berjatuhan

Berharap hadirnya seorang teman

Bukankah Allah sebaik-baik tempat berpulang

Lalu mengapa berharap pada insan

Sepintas aku lalai pada sandaran iman

Mendadak sepi dan fakir pada kebesaran Tuhan

Alam telah melukiskan

Bunga yang berguguran akan kembali bermekaran

Lihat jalannya penuh liku

Tapi cinta semesta semakin syahdu

Bersatu dalam pinta tiada jemu

Bersujud di malam penuh haru

Jika tidak pada dunia

Maka maut akan merindu

Bukittinggi, 4 Juli 2022







Izinkan Kuceritakan Kisah Ini


Sudah menjadi ketetapan diri

Gambaran cinta lukisan sejati

Tak ada yang sia-sia bahkan daun yang jatuh adalah bukti cinta Illahi

Sunyi mengajarkan tegar dalam menjalani

Berharap pelangi membersamai langkah ini

Masih kupelajari akankah cahayanya setia menyinari

Suka menjadi harapan mekar mewangi

Duhai pemilik hati simpanlah nama ini

Srikandi tak akan berhenti untuk mencintai

Setiap kata dalam baris ini akan menghasilkan puisi

Merajut setiap kenangan menguntai diksi

Menjelma keabadian dengan ikhtiar melangit tinggi

Bukittinggi, 10 Juli 2022














Merangkai Asa, Merdeka!



Pekik merdeka bergema di bumiku

Tak ada lagi dentuman peluru yang membuat darah getir tertumpah

Inilah wajah baru bumiku pulih lebih cepat bangkit lebih kuat

Saat simfoni itu berlagu desiran semangat mengalir dalam jiwaku

Merdeka!

Tiada lagi kata ragu saat gelar itu tersemat dibelakang namaku

Ada tugas mulia menungguku berjihad dijalan-Mu

Lihatlah wajah-wajah itu Lihatlah harapan itu

Kan kubingkai indah hingga menggetarkan seluruh penjuru

Ya inilah langkahku dengan tosca tanpa pengukuhan dari sang penguasa

Derap langkahku hanya Tuhan yang tahu

Menebar cinta mengobarkan semangat tiada tara

Wahai generasi muda rapatkan barisan kita akan maju

Elakkan duri dan batu besar itu 

Tanamkan tekad menggebu

 Mencapai langit impian

Langkah ini tak akan pernah jemu

Walau berpisah jiwa dan raga darahku tetap untukmu

Generasi rabbani untuk sejahtera negeriku

Inilah kisahku perjuangan untuk diri, bangsa, dan agamaku

Bukittinggi, 21 Agustus 2022







Bionarasi


Fiana Winata. Wanita kelahiran Cirebon, Jawa Barat saat ini berdomisili di Bukittinggi. Menyukai menulis sejak usia remaja. Menulis merupakan cara yang terbaik untuk menghargai setiap kisah yang telah Allah persiapkan. Menulis enam buku tunggal puisi dan dua puluh enam antologi. Beberapa tulisan sudah dimuat dalam surat kabar dan media online Indonesia dan Malaysia. Silakan sapa penulis ig.ofie_gw atau fb.Fiana Winata.



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com