Kenangan Telah Mati | Rofi’atun Nafi’ah - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

27 Okt 2022

Kenangan Telah Mati | Rofi’atun Nafi’ah

 Kenangan telah mati

Rofi’atun Nafi’ah


Waktu serasa berlari

Aku merasakan lakon sedih

Tiap hembusan nafas seakan berat

Bersisa menjadi sobekan kertas

Gampang terbang dan menghilang

Apakah kamu merasakan itu?

Kenangan yang telah mati

Bunga Sakura

Rofi’atun Nafi’ah


Wangimu semerbak

Tiap kelopak memiliki tanda

Memberi tanda akan kehadiran 

Tidak semudah menunggu

Ku akan kembali, katanya

Aku akan menanti

Sang kelopak bunga Sakura 

Dengan harapan bisa hadir selamanya

Kebahagiaan, , canda, dan ceria

Itulah yang dinantikan 

Aku adalah aku 

Rofi’atun Nafi’ah


Rupaku entah

Wujudku entah 

Rasaku entah 

Ku coba pahami semua itu

Hanya itu fokusku 

Tentu saja bukan semua, jawab fikiran


Satu hal yang menjadi aku

Perasaan terasa menjadi dalam

Seakan hanya satu-satunya tempat berkeluh kesah 

Tak peduli dunia

Aku adalah aku 

Menjadi satu-satunya 

Bertahan itu yang kulakukan 

Hasil akhir terlihat

Seakan tak tergantikan oleh sosok lain

Itulah aku yang sebenarnya




Kebodohan Berlian

Rofi’atun Nafi’ah


Hari yang sibuk

Langkahku seakan mudah jatuh

Waktu mengatakan terlambat

Dunia menyebut itu bodoh

Kata-kataku terus menghilang

Entah, aku terlalu berpikir keras

Untuk dapat kebodohan berlian

Waktu seakan tau

Malam yang pusing, aku melihat barang antic berdetak

Jarum Panjang terus berjalan

Hingga hari memberikan tanda sudah berakhir




Society

Rofi’atun Nafi’ah


Terfikir kapan mulai bergerak

Waktu berjalan, aku tidak

Lingkungan bagaikan berkembangbiak

Tentu saja terpengaruh pada diri

Mulut orang bisa berbusa

Tapi tak perlu ditanggap

Pada saatnya nanti akan terbiasa

Lupa, cuek, acuh

Namun empati harus selalu ada

Melekat dalam society 

Diri kita sendiri









Akankah sama saja?

Rofi’atun Nafi’ah


Suara tik tok jam mengalun

Tanda hari baru datang

Aktifitas segera dimulai

Sepatu beriringan kearah tujuan

Akankah sama saja?

Kembali pada asalnya


Yang Ku Lihat

Rofi’atun Nafi’ah


Selalu ada jalan 

Tak perlu cepet

Perlahan tidak apa-apa

Itu yang ku percaya

Yang ku lihat

Akhir yang mengerjutkan 

My Balloon

Rofi’atun Nafi’ah


Saat itu aku sangat menginginkannya

Indah bentuknya

Memiliki makna di tiap kata

Angka, huruf menjadi pelengkap

Makna bisa saja berbeda diterima dari orang yang beda

Pesan tersampaikan melalui itu

My ballon, si cantik yang berarti

Kebahagiaan seperti datang padanya

Aku harap itu yang terjadi pada my ballon



Profil Penulis

Rofi’atun Nafi’ah, lahir di Cilacap pada 12 Desember 2000 dan sekarang menetap di Purwokerto. Menyelesaikan Pendidikan dasar di SD N Tritih Kulon Cilacap pada tahun 2012, dan melanjutkan Pendidikan di SMP N 6 dan SMA N 2, Cilacap pada tahun 2015 dan 2018. Sekarang, tengah menempuh studi semester tujuh di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi, dan mengambil konsentrasi pada bidang Sastra Inggris. Pengalaman organisasi di kampus sebagai bendahara umum pada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah periode 2021/2022, serta staff magang Penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas Muhammadiyah Purwokerto hingga saat ini.


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com