Puisi : Pulo Lasman Simanjuntak | SANTET - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau untuk memperebutkan Anugerah Sumpah Pemuda. Deadline 28 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

18 Sep 2022

Puisi : Pulo Lasman Simanjuntak | SANTET

 Puisi  :


Pulo Lasman Simanjuntak |

 

SANTET

 

mulut lelaki ini datang diam-diam dari seberang pulau tikus

selalu tawarkan tipuan-tipuan malam mengerikan di kuburan

 

tubuhnya dari pohon karet kadang berdarah

rajin bercumbu dengan binatang primata

tidur tanpa mantera

 

sekarang nyawanya sedang sakit keras

sekeras persungutannya ditusuk bertubi-tubi jarum tajam para dukun

 

jampi-jampi kematian

tak mempan lagi oleh suntikan kesepian di atas ranjangnya yang bersatu dengan akar bumi

 

ia bahkan suka bersetubuh dengan ribuan kutuk busuk yang membusuk

sampai dinihari menari-nari

seperti memanggil para arwah suara senyap

dewa-dewa bermeterai liar

 

" aku harus datang kepada pawang mbok minah berkuku panjang, minta maaf sambil membawa sekeranjang penyesalan kenapa rumah doa dijual jadi hunian baal perzinahan dan mabuk minuman keras," katanya masih menunggu bantuan dari benua sodom dan gomora

 

Jakarta, Kamis 15 September 2022

 

SAKRAL

 

menulis puisi pada hari ini

diiringi seruling, kecapi, rebab, gambus, dan serdam

 

sampai membentuk koor yang menembus tubuh langit baru dan bumi baru

didahului doa yang bernyawa biru

 

kenapa kembali harus menjual ranjang kematian

padahal televisi digital tak ada  sinyal

 

sudah terbang beriringan

dengan serombongan lelaki

penyakitan

yang dikutuk lewat para calo di terminal kampung-kampung

berkeringat keluhan

dengan tikar kemalasan

 

Jakarta, Selasa 13 September 2022

 

RUMAH MUNGIL TANAH MERDEKA

 

rumah mungil tanah merdeka

di sini puisiku bernyanyi

bersama santi berwajah matahari

disodorkan busana warna putih

 

masa kanak-kanak lalu memanjang

membentur pohon rambutan

porselen antik jadi perhiasan mati

hanya wajah Isa almasih ada di jantung kami

 

sehingga apa saja

tergenang dalam sejarah dalam rumah tua

boneka panda di kursi, patung porselen, kelinci putih menggelinding dari matahari tuli

nikmat menghitung hari-hari

yang tak pernah tertulis

dalam almanak

 

lalu kami menembus hujan lebat sore hari

mengumpulkan sunyi seperti bakteri

cinta birahi jadi penyakit kelamin

lelaki insomnia  setengah hati

 

Jakarta, Rabu, 31 Agustus 2022

-----------------------------------------------------

Biodata  :

Pulo Lasman Simanjuntak, karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal dan 17 buku antologi puisi bersama para penyair di seluruh Indonesia.

Namanya juga telah masuk dalam "Buku Pintar Sastra Indonesia dan "Buku Apa & Siapa Penyair Indonesia".Pada tahun 2021 mendapat piagam penghargaan SETYASASTRA NAGARI (30 tahun kesetiaan kepada Sastra Indonesia) oleh Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia.Karya puisinya pada tahun 2022 ini mendapat juara tiga dan juara dua puisi pilihan komunitas sastra SASTRA NUSA WIDHITA, dan sebagian diterjemahkan (dialihaksarakan) kepada penulisan aksara Arab-Melayu.

Karya puisinya juga telah dimuat (dipublish) diberbagai media cetak, online, dan majalah digital di Indonesia dan Malaysia.

Kontak person   : 08561827332 (WA)

 

 


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com