CERPEN: Cinta Itu Apa? Karya: Kusuma Yanuwar Dani - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

7 Agu 2022

CERPEN: Cinta Itu Apa? Karya: Kusuma Yanuwar Dani

 Cinta Itu Apa?

Karya: Kusuma Yanuwar Dani


Saat itu hari pertama kuliah dimulai, setiap mahasiswa/i wajib melakukan daftar ulang semester dua. Sudah bisa dibayangkan bagaimana antriannya nanti, apalagi kalau dapat antrian siang seperti ini. Pasti bakal kepanasan karena kasir tempat pembayaran tidak ada atapnya. Maklum Universitasnya masih baru dan sekarang masuk angkatan kedua penerimaan mahasiswa. Jadi bangunan kampus masih banyak renovasi.

Dan benar begitu sampai kantor depan bagian administrasi. Sudah terlihat banyak antrian mulai dari para mahasiswa yang sok cantik mungkin takut  kulitnya hitam sampai dengan yang memang sudah hitam seperti aku..hahaha.

Bukannya takut hitam sih.. tapi sambil menunggu antrian berkurang lebih baik aku ke kantin. Kebetulan tadi belum sarapan.

"Geser dong."  Kata seorang mahasiswi sambil tersenyum.

"Daftar ulang juga ya." Katanya kembali.

"Iya, tapi masih antri bentar lagi kesana." Jawabku.

"Sama aku juga mau daftar ulang, bareng nanti ya...kenalkan namaku Sinta jurusan Inggris - Jepang kelas 1-C, Kamu?"

"Namaku Alex. Sama aku juga ngambil jurusan Jepang - Inggris, jauh bukan? tapi aku di kelas 1-D" Jawabku sedikit bercanda.

"Where do you come from?" kembali kamu bertanya. 

Heemmmm sok inggris, baru juga mulai kuliah bisikku dalam hati. Tapi benar juga namanya kuliah jurusan Bahasa Inggris, mau ngak mau ya kita harus berani speaking english, right?

"I come from Cirebon." Jawabku mengimbangi.

"Sama dong, aku juga dari Cirebon. kostmu dimana? habis daftar ulang nanti ku antar pulang ya, biar sekalian tau tempat kostmu, hitung-hitung jumpa saudara sekampung. So many question tapi gak apa-apa juga nambah teman."

"Hemm pengen tau aja atau cari teman buat ngerjain tugas-tugas?" Tanyaku.

"Both of them." Jawabmu.

Tak lama kemudian kamipun berjalan  menyelesaikan pendaftaran ulang ke kantor administrasi. Setelah itu, dia menggajakku pulang, ada rasa kurang nyaman saat  diboncengannya, malu dan grogi maklumlah  ini pertama kalinya aku  di bonceng cowok yang baru kenal.

Sepanjang perjalanan kamu selalu mengodaku karena jarak dudukku mungkin terlalu jauh.

"Awas jatuh ya. Pegangan kuat juga gak masalah kok." Katamu saat itu.

Belum juga satu hari tapi kamu merasa sok akrab SKSD istilahnya waktu itu Sok Kenal Sok Dekat. Tapi asyik juga berteman denganmu. Duniaku terasa ramai karena candaanmu yang mengocok perutku.


********


Sejak saat itu kita selalu bersama. Meskipun berbeda kelas tetapi jadwal kuliah kita barengan. Kita selalu bertukar materi kuliah karena habis dari kelasku dosennya pasti pindah ke kelasmu. So setiap pelajaran pasti kita bisa lebih dulu menjawab pertanyaan dosen hahaha... soale sudah dapat bocoran sih. Itulah gunanya sahabat susah senang sama-sama.

Hanya sebatas sahabat "Benarkah itu?" bersamamu aku merasa nyaman, ketika kamu menegur sapaku, merasa hangat saat kamu mendengarkan ceritaku. Jadi, untuk apa cinta? Karena rasa nyaman dan bahagia sudah kudapatkan bila didekatmu. Jangankan satu hari sesaat ngak tau kabarmu saja aku sudah gelisah. Pernah aku berjalan jauh ke kosanmu tengah hari sepulang kuliah hanya  karena kamu tidak datang ke kampus dan juga tidak muncul di kosanku. Begitu sampai sana bukannya kamu senang malah marah karena khawatir aku jalan sendiri.

Pernah juga aku cerita tentang gerombolan mahasiswi kelasmu yang cantik-cantik, setiap malam minggu selalu jalan-jalan ke mall, beli kosmetik mahal, baju mahal keluaran terbaru sambil sesekali cekikikan entah siapa dan apa yang mereka bicarakan. Besoknya sepulang kuliah kamu langsung mengajakku jalan-jalan, mentraktirku makan, bahkan nonton bioskop.

Memang aku tidak mempunyai teman perempuan yang bisa ku ajak curhat atau jalan-jalan, karena aku ngak sanggup untuk mengikuti gaya mereka. Tujuanku kesini untuk belajar, untungnya aku mempunyai kamu.

"Hayo...mikiri siapa." Sapamu mengejutkanku.

"Tuh lagi ngliatin teman-temanmu." Ucapku.

"Hahaha.. Kamu tuh ya sukanya lihat cewek cantik. Jangan-jangan..." Katamu sambil berlari karena takut ku cubit.

"Ya kamu tuh yang harusnya di curigai kenapa ngak cari pacar."  Jawabku sambil mengejarmu.

"Kan sudah ada kamu hahaha.."  Teriakmu begitu sampai di tempat parkir, membuat beberapa mahasiswa yang ada disitu melihat kita sambil senyum-senyum. 

Saat inilah yang paling bahagia dalam hidupku tertawa lepas bersamamu. Alex cowok yang selalu rapi dan bersih tetapi selalu menghindari cewek cantik yang mengejarnya. Atau mungkin karena sudah ada aku yang selalu nempel kayak perangko seperti candaanya barusan. Hemmm forget it.

"Yuk kita pulang."

"Yukk." Ucapmu.

Alex, hari-hariku selalu bahagia bersamamu meskipun banyak rahasia hidupku yang tidak pernah ku ceritakan kepadamu dan kamu tidak pernah memaksaku untuk bercerita lebih banyak.


********


Tiada terasa sampai akhirnya masuk di semester tujuh, itu artinya sebentar lagi kita pasti akan jarang bersama karena sibuk mencari bahan untuk skripsi masing-masing. Dan kamu memutuskan untuk pulang ke Cirebon karena ingin konsentrasi. Tetapi sesekali kamu masih mengunjungi aku di kosan. Tanpa pernah satupun dari kita untuk memulai mengucapkan kata cinta. Bahkan pernah jam sebelas malam kamu datang ke rumahku hanya untuk mengantar kue. Apakah kamu merindukanku?

Kitapun putus komunikasi sampai saat wisuda. Kamu ke rumahku menanyakan kenapa tidak hadir wisuda. Dengan alasan klasik ku katakan tidak ada yang ngantar. Lalu dengan senang hati kamu meminjamkan baju wisuda. Baju kebanggaan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa.

"Yuk ku antar ke studio foto biar kelihatan kalau kita sudah sarjana. Setelah itu pake lagi jubah ini untuk berfoto dengan ayah ibumu biar mereka bangga..!" Ucapmu tetap dengan senyum dan tatapan mata yang tak pernah bisa ku lupakan.

Tahukah kamu sahabatku, saat ini aku tidak berani cerita padamu bahwa aku akan menikah. Semua terasa begitu cepat. Meskipun kedua orangtuaku tidak setuju aku menikah, entah kenapa saat aku merasa bahwa ini bukan aku namun hatiku tak kuasa melawannya. Mengapa lidahku kaku untuk bercerita padamu dan aku juga tidak mengerti kenapa bersedia di ajak menikah sama orang yang baru dua bulan kukenal.

Aku hanya bisa menatap kepergianmu dengan perasaan bersalah. Aku tahu kamu tidak mau mengucapkan cinta karena ingin agar aku membahagiakan kedua orang tuaku. Kamu memberiku kesempatan untuk mengejar cita-cita, merubah hidupku menjadi lebih baik, bersenang-senang beli baju dan kosmetik bermerek seperti yang selalu ku ucapkan jika kita sedang berdua menghabiskan malam. Namun semua itu tak pernah terwujudkan dalam kehidupanku.

Sampai akhirnya kita berjumpa lagi di tempat kerja yang sama, seragam yang sama, terlihat kamu sangat bahagia melihatku dan aku tetap tak mampu bercerita padamu. Sore harinya kamu datang kerumahku, etapi kamu pulang dengan kecewa karena tak menjumpaiku. Hanya kabar buruk dari ibuku yang mengatakan bahwa aku sudah menikah.

Maafkan aku Alex.Terimakasih untuk semua hari-hari terindah yang telah kamu berikan di hidupku. Perjalanan hidupku masih panjang, tangungjawabku masih berat dan mungkin akan lebih berat dari ini, karena sekarang adalah awal. Awal dari penyesalanku. Kenapa harus memutuskan cepat menikah tanpa restu orang tua, tanpa sempat membalas kerja keras mereka, tanpa sempat mengucapkan bahwa aku juga mencintaimu.

Tapi paling tidak aku telah menjadi diriku sendiri smpai saat ini dan itu sudah cukup.


KAMU

Kamu adalah laki-laki yang pernah membuat hari-hariku berwarna

Kamu adalah laki-laki yang membuatku tidak pernah menuntut kata cinta

Karena bersamamu aku sudah merasa nyaman



Untuk kamu, laki-laki yang selalu mengusikku, membawaku pada rasa bahagia dan kehangatan, yang membuatku lupa untuk bertanya "Cinta itu apa?"


Selesai..



Biodata Penulis


Kusuma Yanuwar Dani biasa di panggil Dani dan memiliki nama pena Goday, lahir di Cirebon pada 31 Oktober 2002. Seorang pujangga desa yang mempunyai harapan menjadi penulis bertalenta dan ia pun pernah menjadi viral dan menjadi sebuah topik di media berita Radar Cirebon, Cirebon Raya, Cirebon Berita, Media Cirebon, Ciayumajakuning, Surat Kabar Umum Koran & Media Online Cirebon, Klik Jabar, Jabar Daily, Berita Jabar Net, Klik Ciayumajakuning, Metro Jabar, Pasundan Ekspres, Dialog Cirebon, iNews Cirebon, Sinar Pagi News, Sigodang Pos, Pronusantara, Pratama Media News, Media Universitas Mataram, Tribun Cirebon, Negeri Kertas, About Cirebon, Faktanya Indonesiaku, menjadi seorang penulis yang berhasil menerbitkan 5 buah buku dalam 1 tahun di tahun 2020. Ia pun pernah menjadi juara 1 lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional pada tahun 2019.


No Hp/WhatsApp: 083823017380

Instagram: @goday311002


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com