Puisi: Monsieur | Imam Khoironi - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

16 Jun 2022

Puisi: Monsieur | Imam Khoironi

 Monsieur | Imam Khoironi

Dekat pintu gerbang kota, orang-orang miskin bercerita

Perihal kelaparan, krisis ekonomi dan kehormatan mereka:

Sebagai orang miskin berbudi, tak ada kata minta

Pada catatan mereka, mengemis adalah kehinaan.


Mereka adalah pengharap, tulis salah satu

Pada kardus bekas indomie di dekat gapura

“kami adalah korban kebijakan,

Yang tak pernah bijak. kami budak krisis yang dibuat-buat. 

Kami kelaparan dan harus tetap hidup, supaya ini tak meluas kemana-mana”

Tak ada kata minta dalam proposal mereka

Tak ada sama sekali niat minta

Mereka pengharap belaka


Namun belakangan, penduduk kota mulai berkurang.

Tumpuan mereka kini menghilang, merubah diri

Merubah wajah menjadi pengharap seperti mereka

Duduk dekat pintu gerbang kota

Memasang spanduk bertuliskan

“kami adalah pembuat kebijakan,

Yang tak bijak. berilah kami kebijakan anda

Supaya kami bisa kembali membuat kebijakan

Yang bijak.”

Sebuah foto juga menambah iba para pembaca spanduk

“mereka adalah pengemis, mereka meminta-minta,”

Kata salah seorang, dari orang miskin yang hendak

Pulang menemui anak-istrinya.

Lampung, 22 April 2020


Biodata Penulis


Imam Khoironi. Lahir di desa Cintamulya 18 Februari 2000. Masih mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Raden Intan Lampung. Punya cita-cita jadi terkenal. Tidak terlalu suka seafood dan durian. Penggemar mie ayam dan bakso garis keras ini suka menulis puisi, cerpen kadang-kadang juga esai.

Buku puisinya berjudul Denting Jam Dinding (ada di tokopedia). Karya-karyanya pernah dimuat di berbagai online seperti Simalaba.com (lainnya googling sendiri) dan media cetak seperti Malang Post, Riau Pos, Radar Mojokerto, Banjarmasin Post, Bangka Pos, Denpasar Post, Pos Bali, Bhirawa, dan lainnya. Puisinya masuk dalam buku Negeri Rantau; Dari Negeri Poci 10 dan banyak antologi puisi lainnya.

Ia bisa di stalking di Facebook : Imam Imron Khoironi, Youtube channel: Imron Aksa, Ig : @ronny.imam07 atau di www.duniakataimronaka.blogspot.com.


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com