Puisi Nuraini Oksida - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

5 Mar 2022

Puisi Nuraini Oksida

 

BISIKAN KALBU

 

Tengadah aku tanpa suara

Biarlah hanya bisikan kalbu yang bicara

Tentang hati yang mulai merona 

Berkelana dalam debaran yang tanpa jeda

 

Bersujud aku di tengah keheningan sang malam

Mengadukan rindu yang semakin menggebu

Tak kuasa untuk mengalihkan sudut hati yang lara

Pilu meradang 

Perih ... dan semakin gersang

 

Berlinang aku dalam lautan airmata

Menyadar jarak yang jauh membentang

Terasa pungguk merindukan bulan

Berharap perjumpaan yang tak mungkin kan terwujudkan

 

Sadarlah wahai jiwa

Mimpimu hanya sebatas angan

Harapmu tak lebih dari goresan khayal

Namun diri semakin tak mampu menerima

Terpuruk ... 

Terluka ...

Mengais dalam lumpur kenestapaan

 

Terduduk aku dalam bening kepasrahan

Biarlah rasa ini tetap kunikmati

Walau perih terus merajam hati

Meski lemah semakin terasa

 

Aku menggapai dalam sepi

Berharap keajaiban mengobati rasaku

Kembali tengadah aku tanpa suara

Biarlah hanya bisikan kalbu yang bicara

 

Madiun, 5 Maret 2022

 

Penulis bernama Nuraini Oksida, asal kota Malang, 26 Oktober 1977, tinggal di Winongo kota Madiun, saat ini menjadi guru honorer di MI Muhammadiyah Madiun. No. WA 085706800398

 



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com