Puisi Supriyadi Afandi - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau untuk memperebutkan Anugerah Sumpah Pemuda. Deadline 28 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

19 Feb 2022

Puisi Supriyadi Afandi

LOTENG 

Kemarin gelap 
Cahaya-cahaya segelintir yang terang
Sekarang gelap
Yang terang hanya Kepalsuan
Di tepi jurang kemakmuran
Kemajemukan hanyalah semboyan
Kemajuan cuma angan
Dan aku duduk di loteng sekolah
Melihat banyak kepala-kepala bebal
Dengan apa dilunakkan? 

Kau tahu, sekarang kita hanya bisa merenung ke masa lalu yang tak akan pernah datang. 
Aku duduk di loteng sekolah
Merenung. Metode-metode tak mempan
Pembelajaran yang asyik memberi tamparan. 

Kupikir aku harus turun
Pergi ke ladang
Memainkan jerami atau ilalang
Melihat ayam berkaki ranjing
Bayangan anak-anak berangkat ngaji
Di masa lalu tampak jelas lalu memudar

Aku kepanasan di loteng sekolah, semburat cahaya di wajahku. Lalu turun dan percaya. 
Segelintir cahaya terang adalah jaminan. 
Tak semua kepala harus dilunakkan. 


Sampang, 20 Februari 2022 Supriyadi seorang Guru di SMK Darul Ulum II Al-Wahidiyah merupakan bagian dari Sivitas Kotheka yang menjadi pasif, tinggal di Kabupaten Pamekasan, 082330716167(WA), Supriyadi Afandi (fb) 

INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com