005

header ads

Puisi Damar Sewu

 ADA

Oleh: Damar Sewu


Aku menemukanmu saat angin membawa daun yang jatuh bertamu di depan pintu rumahku

Engkau yang semalam memberitahu padaku, bahwa kopi yang belum aku sentuh bibirnya menolak bercinta denganku, kini tersenyum


Orang-orang mencarimu sampai selene


Mereka tak pernah menemukanmu bahkan ketika engkau menyapa mereka saat mereka mulai membuka mata dan jendela rumah mereka di pagi hari

Mereka lupa siapa yang telah menyiapkan cahaya bagi mata yang nyala tersenyum itu


Aku bawa engkau mengalir pada sungai yang tak pernah lupa membicarakanmu

Tiap-tiap arus adalah debur tanganmu yang tak pernah berhenti mengelus tengkukku

Aku kau cengkeram...

Aku kau cengkeram...


Orang-orang membelah dadanya masing-masing, mencari nafasmu

Tetapi hanya jantung penuh bercak hitam-biru yang mereka temui

Mereka menyembunyikan matanya untuk melihat wajahmu

Mereka tak lagi ingat di mana mereka pernah menaruh matanya untuk melihatmu


Orang-orang menggali perut bumi, mencari rahimmu

Tetapi hanya kelahiran dari bibit kebingungan baru yang mereka temui

Mereka tak pernah tahu di mana jalan keluar

Mereka tak pernah tahu ke mana mereka akan pulang 

Mereka mematikan cahaya di dalam kegelapan

Tawa mereka menggema


Aku menemukanmu ketika aku membaca koran tentang matinya seorang diktator dan abadinya kisah hidup—juga kekejamannya

Hari ini, koran-koran menemaniku

Aku tahu engkau ada di sini

Aku tahu itu...

Aku tahu...


Orang-orang mencarimu sampai selene


November 2021


  Damar Sewu, lahir di desa kecil, di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada 27 Januari 1997. Mulai menekuni dunia tulis-menulis sejak tahun 2021. Puisinya yang berjudul "Anak-anak Aksara" menjadi juara 1 dalam event yang diadakan oleh 20 grup literasi facebook. Puisinya yang lain berjudul "Diktat" menjadi 1 dari 5 puisi terbaik dalam festival puisi Payakumbuh Poetry Fest 2021.

 




Posting Komentar

0 Komentar