Puisi Kukun Tri Yoga - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

28 Apr 2021

Puisi Kukun Tri Yoga


Sujud bumi

Bumi pertiwi sedang terluka
Tubuhnya remuk terbalut wabah
Merebak, bahkan seantero nusantara
Yang entah kapan penghujungnya

Bumiku semakin sesak nafasnya
Saat penghuninya merusak
Pepohonan,dan menggali tanah tanpa melihat di sekitarannya.

Ibu pertiwi adalah ibunda kita
Yang harus kita rawat bukan menghujat
Yang harus kita sayang bukan di tendang
Yang harus kita hormati bukan menggrogoti

Pohon-pohon banyak ditebang
Sungai sungai beraroma busuk limba
Gunung-gunung menjerit mengeluarkan amarah
Bumi pertiwi merintih
Menatap anak,cucunya saling menikam
Dan menghujam dari belakang.

Saatnya kita bersujud
Menghujam langit dengan doa
Menundukkan kepala dan hati yang iklhas
Agar wabah cepat usai di nusantara

Ibu yang melahirkan kita
Dan bumi akan menjepit saat kita tidur nanti.
Sujudku pada bumi pertiwi

Kukun triyoga.....

Selamat hari sastra 28 April 2021

INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com