KUMPULAN PUISI MUHAMMAD LEFAND - negerikertas.com

.

(Mulai 1 Agustus 2021 setiap Cerpen yang dimuat di negerikertas.com mendapat honor Rp 100.000)

KUMPULAN PUISI MUHAMMAD LEFAND

 SELAMAT ULANG TAHUN ISTRIKU

: 23 Maret 1992 - 23 Maret 2021


Selamat ulang tahun 

Engkau adalah embun 

Lebih dari sekadar daun

Aku adalah pohon rimbun

Melewati hari-hari ke tahun 

Angin kehidupan makin ubun

Tak ada mesra menjelma pikun


Untuk persembahan

Lebih utuh dari kenangan 

Aku menulis sajak-sajak ringan

Niat mengabadikan sebuah ucapan

Genapi kebahagiaan kado di hari kelahiran 


Terimalah persembahan ini  

Aku tulis dengan sepenuh hati

Hidup memberikan tanda dan arti  

Ungkapan tulus takkan mengingkari 

Nafas kita jadi saksi usia kita satu janji


Istriku sekali lagi kuucapkan

Selamat ulang tahun; kelahiran

Tetaplah bahagia pada kehidupan

Resah buang luka jadikan senyuman

Istriku semoga kita tetap seteguh iman  

Karena perjalanan hidup butuh perjuangan  

Untuk jadi dewasa seutuhnya di masa depan 


Jember, 23 Maret 2021


KADO PUISI UNTUK ISTRI

: Arisza 


Kado puisi untuk istri 

Aku persembahkan isi hati 

Dengan diksi-diksi sederhana ini

Oh... doa-doa kutulis sekhusyuk sunyi 


Pada nyata kehidupan 

Usia menjelma perjalanan

Ingatan dan kenangan sejalan 

Sepasang kekasih merawat ikatan  

Istriku, umurmu dan umurku tetap iman  


Ungkapan metafora diri 

Nafas tak mengenal benci 

Tahun demi tahun pasti ganti 

Umpama hari tak kan pernah abadi 

Kita harus teguh kepada ikatan janji suci  


Ingatan dan kenangan 

Seperti pelukan-pelukan

Tak luka pada kemesraan

Risalah puisi persembahan

Ingin kutulis sebagai ucapan 


Jember, 23 Maret 2021



IKATAN MUSIM


Seperti laut dan pantai

Musim berkenalan


Seperti tangkai dan bunga

Musim bermesraan


Ikatan musim

Seperti pernikahan 

Sepasang kekasih

Saling setia


Tanah adalah rindu

Angin adalah rayu

Musim berpadu

Dalam senyuman ibu


Jember, 2019



 PEMETIK KOPI


Lereng-lereng setengah curam

Daun-daun yang lebat

Buah kopi memerah seperti darah

Pemetik kopi semakin bergairah

Dengan tangga bambu 

Tangan menjulur memetik buah kopi


Tak ada keringat yang lelah

Tak ada kesedihan di setiap wajah

Kebersahajaan menjadi kisah

Resah hilang ke dalam karung

Kicauan burung menghibur pemetik kopi

Menyempurnakan suasana di kebun kopi 


Jember, 2019




 PANORAMA ALAM JEMBER


Menjulang tinggi di batas paling timur

Gunung raung terlihat gagah dan menawan

Di sela-sela pegunungan Ijen yang mendunia

Kebun-kebun kopi menghijau di lereng-lereng

Orang-orang Madura senggama dengan alam


Di penghujung sebelah paling selatan

Pantai-pantai sambung menyambung

Keindahan tak bisa ditukar dengan kata 

Rimbunnya alas Meru Betiri yang luas

Membuat tenang penyu-penyu berbiak


Pasir putih dan irama ombak penuh kenangan

Di teluk Bandealit terbingkai dalam ingatan

Dari Payangan ke Papuma hingga ke Puger

Keindahan menjelma pasir yang selalu berbisik

Pada tubuh yang tak pernah kehilangan rindu


Aroma ikan bakar di pantai Watu Ulo 

Barisan perahu-perahu yang tertambat

Dan langkah sapi yang menarik Pegon

Di jalan yang kanan-kiri sawah terhampar 

Orang-orang Jawa selalu setia pada tanah


Di batas tanah sebelah yang paling barat 

Kebun-kebun tebu sedang menghijau 

Dari Semboro kita mengenal jeruk manis

Hingga salak pondoh yang tumbuh berbaris

Alam memberi yang terbaik untuk tanah ini


Di sebelah utara eksotika pegunungan yang

Puncak Argopuro yang tak asing di telinga

Menjulang perkasa sebagai simbol masa lalu

Kebun karet dan kakao bersebelahan tanpa iri

Orang Madura dan Jawa saling menyatu tradisi


Aroma dan rasa tembakau terbaik di dunia 

Tumbuh subur seperti lestarinya tradisi luhur

Tanah yang menyimpan berkah semesta

Panoramanya tak bisa dilukis atau dibaca

Kita hanya bisa menikmatinya dengan bahagia


Di pusat kota lampu-lampu menerangi taman 

Gedung-gedung dan masjid-masjid megah berdiri

Orang yang datang tak akan pernah merasa luka

Ingatan dan kerinduan untuk kembali abadi

Terpatri dalam hati kepada Jemberku ini 


Jember, 2019




DUA PULUH TUJUH

: Arisza Yessika Nurfadhilah


Dua puluh tujuh

Usiamu berkurang utuh

Ada pengalaman hidup teguh


Perjalanan masih jauh

Umur tak membutuhkan riuh

Lelah yang kaujalani tanpa gaduh

Ujung harapan akan selalu terisi peluh

Hingga penuh cahaya sisa umurmu yang ruh


Tahun demi tahun luruh

Ada getar rindu dalam tubuh

Hanya ada sebuah doa yang utuh

Ungkapan syukur atas usia yang suluh

Nafas menjadi cinta dalam kehidupan keluh


Jember, 23-03-2019




 UMUR YANG BERKAH

: Arisza


Usiamu bertambah

Menggenapi detak risalah

Upacara dan doa semoga berkah

Rinduku seperti alif yang tegak berkisah


Yang sakinah

Adalah cinta mawaddah

Namamu kuijab dengan bismillah

Genapi perjalanan hidup dengan hamdalah


Berkali tabah

Engkau mengalah

Rindu tanpa kenal lelah

Kepada Allah kumohon tuah

Agar usiamu selalu tetap berkah

Hanya doa yang bisa aku persembah


Jember, 22-03-2019




AIR MATA DI ALIRAN SUNGAI


Seorang ibu menangis sebab cinta

Air mata mencari muara


Seorang anak menangis sebab rindu 

Air mata tak berhulu


Jember, 13-3-2019




SELAMAT PAGI PUISI


Orang-orang yang tersenyum kepada pagi

Langit dan matahari mengirim salam

Langkah pelan atau cepat di atas bumi

Doa-doa akan selalu mengiringi dalam


Selamat pagi puisi yang di baitnya ada senyum

Tak ada kebahagiaan bagi yang selalu gundah

Kalam diucapkan dengan mesra yang harum

Semesta raya menghampar tanah yang berkah


Jember, 31012019


Muhammad Lefand lahir di Sumenep, Jawa Timur, 22 Februari 1989. Namanya dikenal melalui karyanya berupa puisi, cerita pendek, dan pantun yang dipublikasikan di berbagai surat kabar.






.