Puisi Winar Ramelan - negerikertas.com

.

Puisi Winar Ramelan

 SAJAK KORONA


Entah sudah berapa sajak yang kutulis untuk menandaimu

Bukan untuk kubuat kenangan di kemudian hari

Saat ini

Kabut cemas telah menyemut

Rasa dingin pun tak pernah luput untuk tak ikut

Begitulah yang sering terasa ketika pagi tiba

Dingin dan sepi


Tak ada nyala api di tungku

Apalagi  asap yang mengepul

Gemericik pun bukan suara dari pancuran bambu

Tetapi dari dalam dada ini


Sering aku gumamkan “ini sampai kapan?”

Tetapi hanya sepi dan kabut cemas yang membayang



.