Puisi Eriza Noer Fauzie Agstie - negerikertas.com

.

Puisi Eriza Noer Fauzie Agstie

 BULAN, MATAHARI DAN BINTANG

Kau tau?

Tuan memisahkan ku dengan matahari dan bulanku

Tuan menginginkan aku hidup dengan sebuah bintang redup yang sangat kusayangi kini

Meskipun bulan dan matahari ku masih ada tapi layaknya rotasi bulan dan matahari, mereka

Tidak pernah bertemu bahkan saling membenci

Kau tau?

17th aku menjerit tangis tanpa suara

17th aku berharap bisa merasakan hangatnya matahari dan sejuknya bulan

Dan 17th aku hidup bersama bintang redupku

Tanpa kusadari,

aku mulai menerima alur ini

Aku mulai terbiasa dengan ketidakhadiran bulan dan matahari

Dan rasa sayangku terhadap bintang redup itu semakin besar melebihi rasa

Sayangku terhadap diriku sendiri bahkan ia menjadi alasanku untuk dapat tersenyum

Kau tau?

Bintang redup itu adalah pengganti bulan dan matahari ku

Bintang redup itu sudah menjadi HATIKU

Aku merasa nyaman bersamanya

Dan kami merasakan kebahagiaan

Tapi ceritaku Belum selesai

Tuan masih memiliki rencana lain

Bintang redupku kini hilang

Menyisakan luka yang sangat dalam

Meninggalkan kisah yang menjadi kenangan

Dan disinilah puncak kerapuhanku

alasan yang membuatku bisa tersenyum

alasan yang membuatku bahagia

alasan yang membuatku menerima takdir ini

kini hilang begitu saja..

 

Biodata Narasi

Namaku Eriza Noer Fauzie Agostie, lahir di Sukabumi 28 September 2000. Aku menyukai puisi karena hanya dengan cara itu aku bisa menyalurkan apa yang aku rasa dan apa yang pernah aku alami. Banyak cerita hidupku yang ingin ku tulis, melihat betapa menyedihkannya hidupku ini. Mulai dari lahirnya aku di keluarga yang terpisah, hidup berdua selama 17 tahun, hingga aku merasa sendiri di dunia ini. Aku berharap dengan cara ini aku bisa lebih tenang dan ikhlas juga berharap aku dapat merasakan kebahagiaan.


.