Djokjakarta
Malioboro dan lampu-lampu kuning langsat menyilaukan mata
Menerka-nerka dimana dahulu kita memerah mesra
Atau saling beradu mulut
Kemudian rebah dalam lenguhan
Taman sari mencipta air abadi
Mengabadikan perjalanan kedua hati
Menceritakan pada anak cucu nanti
Cinta memang patut dicari sekali lagi
Dihadapan semesta yang lain
Kaliurang menggigil sepi
Antara mabuk asmara hingga hidup dan mati
Pada cita yang kau pagut
Saya ingin hidup seribu tahun lagi
Mengejarmu
Meski di semesta yang lain
Ay.2025
Karmaphala
Kamu bilang jangan melepaskan ikatan
Jika kamu tidak perhatian
Saya hanya ingin kamu menempati ruang kosong
Yang tidak berpenghuni
Yang butuh disinari
Yang patut dikasihi
Bukankah ini sudah jalan takdir
Pada apa-apa yang tidak bisa kita miliki
sampai pada takdir yang lain menjemput
Saya masih percaya di kehidupan lalu saya menyakiti
Hingga kamu bersumpah untuk tidak mau bersama lagi di kehidupan kini
Saya masih percaya di kehidupan nanti dosa saya di masa kini diampuni
Lalu saya bersama kamu selamanya
Ay.2025
Singgah
Bisakah singgah ini menetap
Bukan sekedar singgah lalu berjalan menuju rumah
yang sudah kamu bangun tangganya
Bisakah bukan hanya sekedar sapa
Untuk peluk yang tak pernah saya rasa
Singgah yang saya inginkan
Berjalan beriringan ke rumah yang sama
Ditengahi anak-anak saya dan anak kamu
Lalu anak kita
Ay. 2025
Sentimentil
Aku menanti sebuah kecupan dalam rindu
Pada jalanan double track
Dalam satu gerbong
Bersamaan dengan sajak yang tertumpuk menunggu dikirim
Jalanan yang seramai itu
Masih saja sepi di kepala
Jika memilih waktu saat itu
Bukan dikali terakhir aku menanyaimu
Kamukah sang penulis itu
Mengelola ribuan kata
Dengan perasaan yang mengendap
Pada akhirnya aku akan tetap memilih bertemu denganmu
Ribuan kali siklus tetap memilih kamu
Meski jalannya terjal dan berliku
Tapi sayangnya
Dalam siklus ini
Hanya aku yang sayang
Kamu hanya penasaran sayang
Ay.2025
Semesta yang lain
kita mulai beranjak tua
lalu tubuh menjadi renta
kelakar tak lagi sama
lelucon yang hanya itu-itu saja
pergi mencari cinta sejati
nyatanya hanya semu menanti
kamu cari-cari sang separuh hati
kamu tinggal di suatu hati
pada pukul enam petang
perjalanan setengah jam itu
dan mengajarkan banyak hal
beberapa harus ditinggal
beberapa harus digenggam erat
Aku
meninggalkan hati di sudut relung
mengetuk satu hati yang kamu
memang temu hanya pelipurnya
lalu berderai dihempas debu
kematian mengekalkan kita
entah
di semesta yang mana
kelak
Aku dan kamu
menjadi kita
Ay.2025
1800 detik
Memiliki kamu di 1800 detik
Pada gelas-gelas espresso
Saya berjalan pulang
Dengan lapang
Setidaknya semesta masih berpihak padaku
Mempertemukan kita sekali lagi
Tak harap ada yang kali keratus
Kamu dimana
Apakah saling mendoa
atau memang doanya tak sampai ke bumi
Hingga tak lagi direngkuh rindu
Atau sekedar temu
Duaribuduapuluhenam
Perasaan yang semakin lama
Semakin menetap
Mengendap dalam palung paling dalam
Berharap takdir mengubah jalannya
Berharap temu menjadi titik terangnya
Berharap doa yang dihantar ke langit menemui jawabnya
Sebab ia menjadi satu-satunya penerang jiwa
Sebab ia menjadi satu-satunya tambatan hati
Sebab ia menjadi pelabuhan terakhir
Terima kasih telah lahir ke Bumi, mas.
Ayunin Qryn adalah penulis yang memiliki ketertarikan mendalam pada dunia sastra, terutama puisi yang sarat dengan nuansa emosional dan reflektif. Selain puisi, ia gemar mengeksplorasi berbagai bentuk karya sastra lainnya, seperti cerpen dan novelet. Beberapa puisinya telah diterbitkan dalam berbagai media, baik cetak maupun digital.
narahubung
post-el : umayunin@gmail.com


0 Komentar
Lingkar literasi, sastra, dan seni budaya Asia Tenggara serumpun Bahasa.