005

header ads

Puisi Ayunin Qryn di Februari 2026

 

Djokjakarta 


Malioboro dan lampu-lampu kuning langsat menyilaukan mata

Menerka-nerka dimana dahulu kita memerah mesra

Atau saling beradu mulut

Kemudian rebah dalam lenguhan 


Taman sari mencipta air abadi

Mengabadikan perjalanan kedua hati 

Menceritakan pada anak cucu nanti 

Cinta memang patut dicari sekali lagi 

Dihadapan semesta yang lain


Kaliurang menggigil sepi

Antara mabuk asmara hingga hidup dan mati 

Pada cita yang kau pagut

Saya ingin hidup seribu tahun lagi

Mengejarmu 

Meski di semesta yang lain 



Ay.2025


 Karmaphala


Kamu bilang jangan melepaskan ikatan

Jika kamu tidak perhatian

Saya hanya ingin kamu menempati ruang kosong

Yang tidak berpenghuni

Yang butuh disinari

Yang patut dikasihi


Bukankah ini sudah jalan takdir

Pada apa-apa yang tidak bisa kita miliki 

sampai pada takdir yang lain menjemput 


Saya masih percaya di kehidupan lalu saya menyakiti

Hingga kamu bersumpah untuk tidak mau bersama lagi di kehidupan kini


Saya masih percaya di kehidupan nanti dosa saya di masa kini diampuni

Lalu saya bersama kamu selamanya 

Ay.2025


Singgah

Bisakah singgah ini menetap

Bukan sekedar singgah lalu berjalan menuju rumah 

yang sudah kamu bangun tangganya

Bisakah bukan hanya sekedar sapa

Untuk peluk yang tak pernah saya rasa

Singgah yang saya inginkan

Berjalan beriringan ke rumah yang sama

Ditengahi anak-anak saya dan anak kamu

Lalu anak kita

Ay. 2025


Sentimentil 


Aku menanti sebuah kecupan dalam rindu

Pada jalanan double track 

Dalam satu gerbong 

Bersamaan dengan sajak yang tertumpuk menunggu dikirim



Jalanan yang seramai itu

Masih saja sepi di kepala

Jika memilih waktu saat itu 

Bukan dikali terakhir aku menanyaimu

Kamukah sang penulis itu

Mengelola ribuan kata 

Dengan perasaan yang mengendap



Pada akhirnya aku akan tetap memilih bertemu denganmu

Ribuan kali siklus tetap memilih kamu 

Meski jalannya terjal dan berliku

Tapi sayangnya

Dalam siklus ini

Hanya aku yang sayang

Kamu hanya penasaran sayang

Ay.2025



Semesta yang lain

kita mulai beranjak tua

lalu tubuh menjadi renta 

kelakar tak lagi sama 

lelucon yang hanya itu-itu saja


pergi mencari cinta sejati 

nyatanya hanya semu menanti

kamu cari-cari sang separuh hati

kamu tinggal di suatu hati 

pada pukul enam petang

perjalanan setengah jam itu


dan mengajarkan banyak hal

beberapa harus ditinggal 

beberapa harus digenggam erat


Aku

meninggalkan hati di sudut relung 

mengetuk satu hati yang kamu

memang temu hanya pelipurnya


lalu berderai dihempas debu

kematian mengekalkan kita

entah 

di semesta yang mana

kelak 

Aku dan kamu 

menjadi kita

Ay.2025






1800 detik



Memiliki kamu di 1800 detik

Pada gelas-gelas espresso 

Saya berjalan pulang

Dengan lapang

Setidaknya semesta masih berpihak padaku

Mempertemukan kita sekali lagi

Tak harap ada yang kali keratus


Kamu dimana 

Apakah saling mendoa

atau memang doanya tak sampai ke bumi

Hingga tak lagi direngkuh rindu

Atau sekedar temu




Duaribuduapuluhenam


Perasaan yang semakin lama

Semakin menetap 

Mengendap dalam palung paling dalam 

Berharap takdir mengubah jalannya

Berharap temu menjadi titik terangnya 

Berharap doa yang dihantar ke langit menemui jawabnya


Sebab ia menjadi satu-satunya penerang jiwa

Sebab ia menjadi satu-satunya tambatan hati

Sebab ia menjadi pelabuhan terakhir


Terima kasih telah lahir ke Bumi, mas.



Ayunin Qryn adalah penulis yang memiliki ketertarikan mendalam pada dunia sastra, terutama puisi yang sarat dengan nuansa emosional dan reflektif. Selain puisi, ia gemar mengeksplorasi berbagai bentuk karya sastra lainnya, seperti cerpen dan novelet. Beberapa puisinya telah diterbitkan dalam berbagai media, baik cetak maupun digital.



narahubung

post-el : umayunin@gmail.com


Posting Komentar

0 Komentar