Puisi : Abdurrahman ZN | Dua Puluh Tiga - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

31 Jan 2024

Puisi : Abdurrahman ZN | Dua Puluh Tiga

 Karya : Abdurrahman ZN

Dua Puluh Tiga


23

Angka itu tuan putri

Otak terusir dari kepala

Entah siapa yang berpikir lagi

Antara tangan dan siluman


Di Tengah kerisauan para Nyai

Harap tetap jalan

Sedang telah banyak kemungkinan terlantar

Sebab tangis sampai orang tua


Sungguh tak tahu lagi mau bagaimana?

Tubuh asing

Disiang yang khawatir

Tanah suci semakin tercemari


Wahai tuan putri

Tragedi abadi jadi puisi

Pada tanggal 07 Januari 2024

Awal kaki berdarah melangkah

Pecah permata suci alas berkah

Dari bangku suara lantai

Pribadi semakin telanjang

”sampai kapan kau akan memalukan

Kalian bukan anakku” kata Nyai


Cerita berikutnya

Menarik hati kesampingmu, tuan putri

Cerita yang tersiksa dingin karena benci

Sampai satu kaum memperlihatkan jari-jari siksa


***


Maaf, tuan putri

Sebab tangan asik

Kau semakin terusik


Annuqayah, 14 Januari 2024 M.






Injak Sisa Kaki


Panas mengusik asik dalam pikir

Menyelinap pada rambut kabut kepala

Tetes keringat saksi kau pelantara

Memperlihatkan kulit dalam-dalam

Menggenggam lusuh kedalam luluh


Hai, sang pembuka lembar kabar hari ini

Tulisan-tulisan itu kenapa mengarah pada ketidak tahuan

Sedang kau selalu menginjak sisa kaki

Yang dulunya sempat terhitung jari-jari


Lantas

Apakah prediksi

Ataukah imajinasi


Annuqayah, 24 M.


Dibelah Pintu


Pintu merenung, ibu sedang ada dimana

Berkhayal ayah tak semakin tua

Barangkali mata baru saja melihat kakek tanpa tongkat


Masih saja di depan kamar

Semakin samar nanar Pundak

Pikir Pun bandung

Ada apa dengan hari

Berputar tak berkabar


Tangis

Kemana-mana

Berjalan seperti anak panah

Barangkali jari itu hantu

Barangkali tali Sepatu terbuka pintu


Terbuka 

Terpejam

Buka 

Pejam

Dunia esok

Kau selipkan pada sosok map


Annuqayah, 24.

Abdurrahman ZN nama pena dari Abdurrahman As shawi lahir pada tanggal 07 Mei 2001 di desa Candi, dan merupakan alumni PP. Nasy’atul Muta’allimin. Proses menulis sejak bergabung dalam komunitas Penyisir Sastra Iksabad (PERSI), kuliah di INSTIKA (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah) Jurusan Tasawuf & Psikoterapi (TP). Sekarang bermukim di PP. Annuqayah Lubangsa. Sebagian karyanya sudah memenangkan sayembara lomba dan dimuat di media cetak maupun online. Bisa di hubungi melalui, Fb: Abdurrahman As shawi, IG: Abdurrahman As shawi.


INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.