Workshop Penulisan Puisi Digelar Pemdes Tayem - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

29 Jul 2023

Workshop Penulisan Puisi Digelar Pemdes Tayem

Workshop penulisan puisi digelar Pemdes Tayem, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap di aula Balai Desa Tayem, Rabu 27 Juli 2023, diikuti 50 peserta kader PKK Desa, Kader PKK Kecamatan, kader kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum. Narasumber “dua penyair” dari Banyumas; Wanto Tirta dan Eddy Pranata PNP. Sedangkan moderator Dwita Utami. Acara berlangsung sukses, meriah, hangat dan menyenangkan. 


Dalam sambutannya Kepala Desa Tayem Kamsir, A.Ma.Pd. mengatakan pelatihan/workshop Menulis Puisi dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat desa akan pentingnya budaya literasi baca tulis. 

“Peserta workshop diharapkan mengikuti acara dengan baik dan serius sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat memberi manfaat, menambah ilmu pengetahuan minimal untuk diri sendiri, lebih dari itu dapat ditularkan ke masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Kamsir.


Wanto Tirta dalam ceramahnya memaparkan, langkah-langkah membuat puisi bisa diawali dengan menentukan gaya puisi, tema dan judul puisi, lalu membayangkan suasana, menggunakan gaya bahasa, mengembangkan puisi seindah mungkin. Sedangkan unsur puisi terdiri dari diksi, majas, rima atau unsur bunyi, dan citraan atau imajinasi.


Eddy Pranata PNP menyampaikan bahwa menulis puisi .... Sebuah puisi itu dianalogikan serupa “sebuah tubuh”— rangkaian organ atau bagian yang tidak bisa dipisahkan, kait-berkait, mulai dari “rambut, kepala, leher, sampai ke telapak kaki dan jari-jari”. Sebuah puisi yang bagus adalah “sebuah tubuh yang utuh dan sempurna.”


“Saya juga menganalogikan sebuah puisi seperti “sebuah patung”-- orang yang membuat patung bisa dimulai dari mana saja. Bisa membuat kepalanya dulu, lehernya, dadanya dan seterusnya sampai ke telapak kaki dan jari-jarinya. Atau dari bagian mana pun

dulu sesuai dengan gerak hati dan pikirannya. Yang penting hasilnya adalah “sebuah patung

yang utuh dan sempurna,” tutur Eddy Pranata.


Ketua pelaksana workshop Dwita Utami sangat berharap kegiatan yang didanai dari anggaran Pemdes ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat di bidang literasi baca tulis, menumbuhkan minat dan budaya baca tulis di lingkungan masyarakat desa

Tayem, dan juga menunjang program pemerintah dalam mewujudkan Desa Cerdas.


Peserta workshop yang sangat aktif dan apresiatif tersebut akan menulis tiga judul puisi. Satu bertema desa Tayem dan dua puisi tema bebas. Naskah yang terkumpul akan dibukukan, diluncurkan dan didiskuisi dalam kesempatan berikutnya. **



C:\Users\edy pranata\Downloads\WhatsApp Image 2023-07-27 at 22.35.11(1).jpeg



C:\Users\edy pranata\Downloads\363797859_3554933521407387_749270677230523362_n.jpg

Wanto Tirta


C:\Users\edy pranata\Downloads\363407396_1479996476168485_4336719593210959001_n.jpg

Eddy Pranata PNP



C:\Users\edy pranata\Downloads\361660792_1479993849502081_5313022231722611116_n.jpg

Dwi Utami


INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.