Entah Sudah Berapa Lama Perempuan Itu | Ratna Satyavati - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

4 Apr 2023

Entah Sudah Berapa Lama Perempuan Itu | Ratna Satyavati

 


Entah Sudah Berapa Lama Perempuan Itu | 

Ratna Satyavati



Entah sudah berapa lama perempuan itu

Terbiasa mencandai petaka dengan rasa-rasa yang biasa

Cinta, kebetulan, atau segala omong kosong besar lainnya di sepanjang sejarah manusia;

Baginya sudah tak penting lagi bagaimana ia mesti menyebutnya


Entah sudah berapa lama perempuan Itu

Membiarkan saja apa

yang jatuh pada tautnya tatap mata

Atau pertemuan-pertemuan tak disengaja

Pada jalinan persimpangan hidupnya


Juga pedih sayatan-sayatan

Lebam di sekujur tubuh rahsyanya

Segalanya hanya episode karma

Yang semestinya dialami

Yang tak perlu diratapi


Entah sudah berapa lama perempuan itu

Mendidik dirinya sendiri

Kepada yang datang agar ia bahagia

Dan bagi yang pergi

Kiranya ia tetap menenun doa


Entah sudah berapa lama perempuan itu...


Entah.


(Malang, 11 April 2022)



Puisi "Entah Sudah Berapa Lama Perempuan Itu" karya Ratna Satyavati menggambarkan seorang perempuan yang telah terbiasa dengan penderitaan dan kesedihan dalam hidupnya. Dia telah mengalami banyak tragedi dalam hidupnya dan telah belajar untuk menerima penderitaan itu dengan hati yang terbuka.


Dalam puisi ini, pengarang menggambarkan perempuan tersebut sebagai seseorang yang telah terbiasa dengan petaka dan penderitaan dalam hidupnya. Perempuan tersebut telah terbiasa dengan segala macam rasa yang datang dalam hidupnya, termasuk cinta, kebetulan, atau hal-hal besar lainnya dalam sejarah manusia. Dia telah menjadi kuat dan tahan banting dengan pengalaman hidupnya yang keras.


Puisi ini juga menggambarkan bagaimana perempuan itu telah belajar menerima segala hal yang jatuh di pangkuannya, seperti pertemuan-pertemuan tak disengaja dan bahkan sayatan-sayatan yang menyakitkan di sekujur tubuhnya. Meskipun hidupnya penuh dengan tragedi, perempuan itu telah belajar untuk menerima semuanya sebagai bagian dari takdirnya dan tidak perlu diratapi.


Pengarang juga menggambarkan bagaimana perempuan tersebut telah mendidik dirinya sendiri untuk mencari kebahagiaan dan kedamaian dalam hidupnya. Dia telah belajar untuk menerima kehadiran orang-orang baru dalam hidupnya dan berdoa untuk orang-orang yang telah pergi dari hidupnya. Dalam hal ini, perempuan itu menjadi seorang yang mandiri dan kuat dalam menghadapi kehidupan.


Meskipun pengarang tidak menjelaskan secara detail tentang latar belakang perempuan tersebut, tetapi penggambaran tentang perempuan tersebut memberikan kesan bahwa dia adalah seseorang yang telah melalui banyak kesulitan dalam hidupnya. Puisi ini mendorong pembaca untuk menghargai orang-orang yang telah melalui banyak kesulitan dalam hidup mereka dan belajar untuk menghargai kehidupan dengan hati yang terbuka.


Dalam hal ini, puisi ini juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang penting, seperti belajar menerima takdir hidup dan belajar untuk mencari kebahagiaan dalam hidup. Puisi ini memberikan inspirasi untuk orang-orang yang telah melalui banyak kesulitan dalam hidupnya untuk menjadi lebih kuat dan tahan banting dalam menghadapi masa depan. Dalam keseluruhan, puisi ini mengajak pembaca untuk menghargai kehidupan dengan cara yang lebih positif dan menghargai orang-orang yang telah melalui banyak kesulitan dalam hidup mereka.


(Diulas oleh Fileski)






INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.