Seribu Lampion | Karya : Aditya Irfan Situmorang - negerikertas.com

INFO ATAS

LEMBAGA INDEPENDEN DI BIDANG PENDIDIKAN LITERASI, SENI BUDAYA, DAN SASTRA.

13 Feb 2023

Seribu Lampion | Karya : Aditya Irfan Situmorang

 Seribu Lampion |

Karya : Aditya Irfan Situmorang

Pergantian tahun sudah menanti di depan mata.

Anak-anak dan para orang tua menyalakan lampion kemudian menerbangkannya ke langit.

Berharap keselamatan dan perdamaian selalu menyertai  penduduk dan warga di penjuru negeri.

Seluruh umat agama dan lapisan masyarakat ikut berpartisipasi merancang berbagai desain dan bahu membahu bergotong royong.

Dari merapikan buku-buku dan menatanya kembali ke dalam rak-rak kaca sampai menulis daftar resolusi menempelkan di pintu kamar.

Pandemi telah mengajarkan bagaimana kita telah kehilangan naluri dan jati diri sebagai makhluk sosial senantiasa berbagi terhadap sesama.

Memberikan atribusi secara aktif membuktikan bahwa perbedaan mampu menciptakan keunikan dalam hegemoni budaya.

Zaman terus berkembang mengikuti arus mobilisasi teknologi dan globalisasi menciptakan trend busana dan riasan make up setiap tahunnya.

Bagaikan piring-piring dan cangkir bermotif bunga tertata rapih didalam etalase meskipun corak dan warnanya beragam.

Berbagai ragam jenis kerajinan tangan dan aneka sajian kuliner nusantara kaya akan rempah dan kaya akan bumbu siap memanjakan lidah .

Pasar dan pertokoan tak pernah sepi pengunjung mobil antik berderet rapih disepanjang jalan menuju kawasan marioboro. 

Dari jauh mengamati orang –orang sibuk mengabadikan dan mengambil momen dalam bingkai polaroid tak satupun melewatkannya.

Jingga berkilau pantulannya membius sempurna disepanjang laguna para pelayan membawa hasil tangkapan laut ciptakan aroma dan sensasi gurih.

Alunan musik bernuansa jazz dibawakan secara apik oleh musisi lokal di sebuah kedai kopi tempat kaula muda nongkrong bersama teman sebaya. 

Siap memanjakan lidah para penikmatnya, kecantikanmu pesonamu mampu memancarkan mengundang dan menuai decak kegaguman wisatawan lokal.

Dan turis mancanegara datang berkunjung sejenak melepas penat dan bisingnya hiruk pikuk perkotaan dan padatnya aktivitas di meja kantor.

Sekarang saatnya kita semua berkumpul disini di tempat ini bersama orang-orang tersayang selalu menemanimu disaat kamu membutuhkan uluran tangan.

Membawa harapan baru sama seperti sebuah lampion melambung terbang semakin tinggi jauh melintasi waktu dan lorong langit diantara gugusan bintang.

Jangan biarkan diri ini terhanyut oleh rasa sedih tak berkesudahan sebab tak semuanya berhak kita dapatkan.,berikan kesempatan kepada mereka untuk bersinar.

Jadikan dirimu seperti layaknya lampion meretas kegelapan dan menebarkan semangat kepada handai taulan dan sanak famili sebab mereka adalah harta terindah.

Jadikan dirimu sendiri seorang panutan sebab semua orang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri dan menjemput mimpinya dimasa mendatang.

Banyak wanita tangguh diluar sana mendedikasikan dirinya demi kemajuan negeri serta memberantas kemiskinan dan buta huruf yang masih memprihatinkan serta menjadi ancaman serius.

Rela tak dibayar sepeserpun bahkan ikhlas mengabdi hingga menjelang masa tua hingga tak mampu berjalan melihat bahkan terbujur kaku di pembaringan.sebab mereka adalah pahlawan tanpa 

Tanda jasa….

Tidak ada kata terlambat selama gerbang pintu masih terbuka lebar dan selama kesempatan dan berjuta peluang menanti didepan mata karena kita adalah para pemimpi berjuang sebelum.

Mendapatkan apa yang kita inginkan jangan habiskan masa mudamu dengan melakukan hal-hal tak berguna terlibat kenakalan remaja bahkan membuat onar kepada lingkungan sekitar.

Jangan biarkan semangatmu redup termakan oleh omong kosong  memyudutkanmu anggaplah itu sebagai bomerang yang akan berbalik menyerang diri mereka sendiri. mari kupertegas

Sekali lagi dan katakan ini dengan lantang bergema yakinkan diri bahwa tuhan memiliki rencana tak terduga buat hambanya yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya….

Semarak Pesta Demokrasi 2024

Karya : Aditya Irfan Situmorang

Senyum lebar terpancar diwarga jakarta secerah mentari pagi.

Burung-burung bernyanyi riang mengiringi nyanyian semesta.

Bumi kembali bergelora setelah empat tahun terkukung pandemi.

Para penduduk serta warga sekitar berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara. 

Hari bersejarah bagi kita semua bangsa indonesia sebuah periode besar berskala lima tahun sekali.

Telah resmi digelar semua golongan semua lapisan masyarakat berbagai kalangan ikut menyumbangkan suaranya.

Selalu ada harapan baru selalu ada dukungan mengalir deras dari berbagai partai serta kinerja tim berperan penting

Demi kemajuan serta kemakmuran bagi seluruh rakyat indonesia harga kebutuhan pokok stabil dan terjangkau oleh masyarakat indonesia.  

Menanti gebrakan baru dari sang pemimpin mampu mengantarkan indonesia menuju kegemilangan mengemban amanah wadah aspirasi suara rakyat.

Mampu memberantas kesenjangan dan ketimpangan sosial seolah menjadi potret paling memilukan angka kriminalitas serta pengangguran semakin meningkat.

Rakyat kecil para buruh petani serta nelayan seperti kami hanya dapat bergantung dari hasil menangkap ikan sementara 


INFO BAWAH

NB: Untuk saat ini, Negeri Kertas belum bisa memberikan honor untuk karya (Puisi/Cerpen) yang tayang.