PUISI : Dul* | FAJAR KEEMASAN - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

30 Des 2022

PUISI : Dul* | FAJAR KEEMASAN

 PUISI : Dul* |

FAJAR KEEMASAN


Hasrat menyeruak dari balik bercak darah

tiap tetesnya,

Adalah martabat para pejuang

Meski langkah tertatih digempur negeri seberang

Tetapi, kegigihan tetap tegak berkekalan.


Apakah artinya nyawa, bila bangsa sengsara

Apakah artinya hidup, bila senyum direnggut 

Menghamba pada suara parau senapan

Rintihan ruh melantun ke penghabisan waktu

Sementara anak cucu mengais masa depan semu

Maka, bambu-bambu kami angkat kembali

Sebab peradaban mesti dikibarkan

Fajar keemasan 

terbitnya kemerdekaan


Biarlah darah dan tulang kami menjelma bendera

Sebab, Kibarnya adalah impian Nusantara 


Pamekasan  2022





BARANGKALI


Semenjak jarak dan waktu membawamu pergi

Isyarat-isyarat yang kusematkan pada rintik hujan tak pernah sampai pada matamu

Kesendirian yang tertanggal sekian lama

Dan cemas yang berlapang dada

Tertata rapi dalam raga

Entah kau sedang apa, kepalaku menerka-nerka

Barangkali, aku terlalu naif mencintai.


Ketahuilah!

Bahwa segalanya masih bermuara padamu

Harap tetap sembab diatas sajadah

Tangan Tengadah memeluk cita dan rindu.



Pamekasan 2022

























ALAM RAYA



Menepilah !

Nikmati deru angin yang memeluk perjalanan

Hembuskan setiap ke putus asa-an yang datang.


Beristirahatlah dari penat!

Tertawa pada apa saja : menjejali ekspektasi diri, menyoraki setiap usaha dan rintangan yang telah terlewati.

Lihatlah ranting-ranting bergesekan seperti ekspektasi : bercabang tak beraturan, bertumpuk tak karuan.

Lihatlah lagi awan-awan yang menyala sebab matahari serupa mimpi

Sementara Daun-daun luruh seperti impian : jatuh dan mengering, luruh dalam ikhlas yang nanar.


Hal-hal yang harus direlakan.

Sesal yang mesti ditelantarkan.





Pamekasan 2022




















*Dul, Nama Pena dari Abdullah Za’iem, lahir di Pulau Madura, Guluk-guluk, Sumenep. Kuliah di IAIN MADURA, jurusan Tadris Bahasa Indonesia, alumni SMA 1 Annuqayah dan pondok pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan. Anak Asuh Sanggar Basmalah.


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com