Mengapa penjual bubur ayam pagi hari dan nasi goreng pada malam hari? - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

26 Des 2022

Mengapa penjual bubur ayam pagi hari dan nasi goreng pada malam hari?



Ahmad Assidiqi*

Melihat kenyataan bahwa makanan pokok di Indonesia adalah nasi, bahkan sampai ada stigma yang mengatakan “ belum dikatakan orang Indonesia itu makan jika tanpa nasi.” Padahal sebenarnya jika seseorang sudah memakan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, terutama karbohidrat itu sudah dikatakan makan. Karena di Indonesia terbagi antara makan besar dan makan kecil, jika hanya makan makanan tanpa nasi itu makan kecil dan jikalau makan dengan nasi itu adalah makan besar.

Bahkan yang lebih lucunya lagi kebiasaan masyarakat Indonesia yaitu memakan karbohidrat bersama nasi. Lah ko bisa? Misal banyak masyarakat Indonesia yang memakan mie dengan nasi, kentang dengan nasi, ubi dengan nasi, bahkan ada fenomena dimana nasi goring dimakan dengan nasi. Mereka melakukan hal tersebut dengan dasar stigma di atas, bahwa “belum makan kalo ga pake nasi”.

berbicara mengenai nasi ada dua makanan dengan bahan dasar nasi yang cukup menarik perhatian orang-orang, yaitu nasi goreng dan bubur ayam. Apa yang menarik dari dua makanan tersebut? Adalah waktu penjualan dari keduanya yang berbeda, dimana mayoritas penjual bubur ayam berada pada pagi hari dan sebaliknya penjual nasi goreng yang berada pada malam hari. Memang hal ini tidak absolut dan menyeluruh, tetapi jika kita ambil dari segi kebanyakan atau mayoritas memang tidak bisa di pungkiri bahwa hal tersebut memang benar adanya, dimana bubur ayam dijual pagi hari dan nasi goreng pada malam hari.

Banyak netizen yang ikut berfikir tentang hal receh ini, banyak yang berpendapat ini itu di dalamnya seperti contoh pada komenan akun @atik**** bahwa menyatakan “emang ada yang mau makan bubur malam-malam, bahkan ada lagunya lho”  kemudian dari akun @wln**** mengatakan “ga baik ih makan nasgor pagi-pagi nanti lemes, sama kalo makan bubur malem malem juga ga cocok” , pada intinya mereka mengatakan bahwa kalau makan makanan pada pagi hari itu seharusnya yang ringan agar nantinya tidak membuat tubuh jadi lemas, namun secara medis juga tubuh tidak baik jika di awali dengan karbohidrat yang tinggi karena akan menambah gula darah pada tubuh sehingga tubuh akan terasa menjadi lemas.

Jika kita ambil benang merah dari sekian banyak komenan netizen, karena minat masyarakat di Indonesia khususnya jawa apalagi ibu kota Jakarta, sarapan yang berisi dan tidak berat bisa membantu konsentrasi dalam belajar saat sekolah maupun saat bekerja yaitu dengan memakan bubur ayam yang kandungannya seperti nasi tetapi rigan di makan, tetapi sebaliknya nasi goreng yang makanan dengan kadar minyak tinggi dan termasuk makanan berisi tetapi berat, hal tersebut dapat mengurangi sinergi tubuh pada pagi hari, di mana yang seharusnya pagi hari itu masih semangat tetapi menjadi lemas karena memakan nasi goreng, karena hal itu sehingga banyak penjual nasi goreng di malam hari dan juga nasi goreng sangat cocok untuk menjadi makanan penutup di malam hari. 

Tetapi di lansir dari diadona.id komenan netizen dengan akun yohanes arif. Menurutnya ada alasan di balik dijualnya bubur di pagi hari dan nasi goreng pada malam hari. Menurutnya penjual diantara dua makanan tersebut berjualan pada waktu tertentu karena ada kultur kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya jawa  pada zaman dahulu. Jadi gini nih, kalau mengacu pada kebiasaan orang jawa, dulu mereka hanya memasak nasi pada pagi hari. Karena zaman dulu, memasak membutuhkan upaya yang cukup berat dan cukup rumit, seperti menyiapkan kayu bakar, menyalakan api dan juga menyiapkan peralatan masak yang tidak sederhana. Jadi orang pada zaman dulu  cenderung masak nasi hanya pada waktu pagi hari saja, yang langsung dalam porsi besar agar bisa di santap sampai dengan tengah dan malam hari. Nah karena pengolahan bubur cenderung mirip dengan nasi masak,maka bubur juga sekalian di masak pada pagi hari, kemudian karena bubur lebih enak dimakan selagi masih hangat, maka orang pada zaman dulu lebih suka memakan bubur pada pagi hari. Begitupun dengan nasi goreng yang mana lebih nikmat di buat dengan nasi yang sudah lama di diamkan dan bukan nasi yang baru matang, dan juga kebiasaan orang dulu yang mengolah nasi goreng karena sudah kehabisan lauk, bagitu ujarnya pada laman media social Quora.

Jadi mungkin salah satu faktor terbesar kenapa bubur ayam dan nasi goreng itu dijual pada waktu yang bersebrangan yaitu bubur pada pagi hari dan nasi goreng pada malam hari, karena kultur kebiasaan masyarakat pada zaman dulu yang menjadikan latar belakang hal tersebut bisa terjadi. Tapi kita juga tidak bisa menyalahkan jika ada nasi goreng di pagi hari dan bubur ayam di malam hari, karena mau kapan pun dan di manapun itu sudah menjadi hak penjual masing-masing. 





*Penulis adalah mahasiswa aktif Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Universitas Islam Negeri Prof.KH.Saifudin Zuhri, beralamat asli di Majenang, Cilacap. Bisa di hubungi pada email aquadratz33@gmail.com atau narahubung 085866240942. 

vs



INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com