Hanya Sebuah Rasa Karya: Umi Mahfudhotul Hasanah - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis dan Pembaca

Website Sastra dan Seni Budaya yang Terpercaya sejak 2015

26 Des 2022

Hanya Sebuah Rasa Karya: Umi Mahfudhotul Hasanah

 Hanya Sebuah Rasa

Karya: Umi Mahfudhotul Hasanah 


Segerombolan awan hitam

Datang tanpa pamrih menjelang petang

Meniduri dedaunan dan hamparan pasir tanpa etika

Tak kuasa mendengar jeritan rasa pilu yang mengharap pertolongan

Disudut-sudut keangkuhan yang melanda pencinta

Gemuruh meneriaki sekelompok gagak 

beterbangan melintasi kawasan yang terlarang

Bertanya di mana letak kebodohan seorang pencinta di mata bumi

Gagak hanya memalingkan wajahnya dan menjawab

Letak kebodohan seorang pencinta berada pada masa yang semestinya 

Ia hindari untuk tidak menjadi cinta


Serumit itukah rasa..

Sehingga mampu menciptakan problem yang amat dahsyat untuk pikiran

Dan mengapa hati menjadi taruhannya?

Jika falsafah menjadi penguat perjalanan sebuah kisah

Maka biarlah kisah itu menjadi sejarah

Agar bisa melukiskan gambaran hati yang akan rapuh

Jika logika adalah kekuatan untuk berpikir

Maka kuatkan lah kerangka hati

Agar esensi jiwa tak hilang selamanya



Akan Sebuah Kerinduan

Karya: Umi_ask

Teruntuk kamu yang kurindu

Setiap hari selalu kutunggu

Berharap kamu datang untukku

Memberikan senyuman termanismu


Tiada tanda akan kehadiranmu

Naluri gelisahku semakin menderu

Membayangkan kehadiranmu 

Dengan menari indah bersamamu

Membuatku tenang akan kerisauanku


Dengan awan menawan kau hadir

Melukis keceriaan bukan kesedihan

Membuatku sangat candu olehmu

Menari di iringi melodi gerimis 

Pelangi hadir saat kau menepi


Kau membawa memori untukku

Memulihkan kenangan di kala itu

Pahit manis cerita hidupku

Selalu engkau yang hadir saat itu


Sebuah penjaga rahasia terbaik 

Berteriak dibalik semua gemuruhnya

Mengadu di setiap iringan rintiknya

Memuja cinta tanpa rasa haus dunia


Sang penenang hati

Simpan baik-baik semua ceritaku

Terima kasih telah menyejukkan hatiku

Oh hujan yang kurindu


Umi Mahfudhotul Hasanah yang kerap dipanggil umay. Gadis kelahiran 2003 ini tinggal di Cilacap, Jawa Tengah. Suka berpuitis tapi sulit menulis puisi. Mottonya “cintai sesuatu yang kau benci, maka kau akan merasakan betapa manisnya ia” 

Kunjungi akun medianya

Instagram: @umi.ask,

Email:  umimahfudhotulhasanah017@gmail.com 

Umimahfudz95@gmail.com

WhatsApp: +6289501724208

Desember 2022


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com