Ananda Sukarlan & Hati Suci Choir Usung Sejarah Perdagangan Manusia di G20 Bali - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

15 Nov 2022

Ananda Sukarlan & Hati Suci Choir Usung Sejarah Perdagangan Manusia di G20 Bali

Ananda Sukarlan & Hati Suci Choir Usung Sejarah Perdagangan Manusia di G20 Bali



Ananda Sukarlan & Hati Suci Choir Usung Sejarah Perdagangan Manusia di G20 Bali


Pada tanggal 14 November, Paduan Suara Hati Suci beserta pianis & komponis Ananda Sukarlan tampil di Nusa Dua, Bali, dalam pertemuan G20 dengan United Nations Global Compact (UNGC) dan Sanda Ojiambo, Asisten SekJen UNGC yang baru.


Panti Asuhan Hati Suci didirikan tahun 1914 oleh Nyonya Lie Tjian Tjoen, istri seorang kapiten, beliau orang Indonesia keturunan Tionghoa.  Pada awalnya tujuannya adalah untuk menampung anak-anak perempuan korban penjualan manusia dari Tiongkok, tapi akhirnya berkembang menjadi panti asuhan putri. Beberapa anak dari panti asuhan ini kini membentuk paduan suara dipimpin oleh Luciana Oendoen. Isu perdagangan manusia inilah yang diangkat oleh Ananda Sukarlan, penerima gelar kesatriaan tertinggi Italia "Cavaliere Ordine della Stella d'Italia" dalam presentasinya.


Ananda Sukarlan mengundang soprano muda Pepita Salim untuk menyanyikan karyanya berdasarkan puisi Phillis Wheatley untuk meningkatkan kesadaran akan karya sastra budak perempuan Afrika ini. Pepita juga salah satu solois yang diundang Ananda saat pagelaran perdana G20 Orchestra di Candi Borobudur, 12 September lalu. Pepita adalah lulusan New England Conservatory di Boston, dan pernah memenangkan Kompetisi Tembang Puitik Ananda Sukarlan Award dan American Protege International Vocal Competition.


Pertemuan pertama komposer Ananda Sukarlan dengan karya seni budak Afrika di Amerika adalah selama masa kuliahnya di Konservatorium Kerajaan (Koninklijk Conservatorium) di Den Haag. Dia mulai riset mengenai puisi budak perempuan Phillis Wheatley dan membuat musik dari berbagai puisinya sejak itu.

Lahir di Gambia, Afrika, Wheatley ditangkap oleh pedagang budak dan dibawa ke Amerika pada tahun 1761 ketika ia berusia sekitar 7 tahun. Setibanya di sana, ia dijual ke keluarga Wheatley di Boston, Massachusetts. Nama depan Phillis berasal dari kapal yang membawanya ke Amerika, "The Phillis.". Wheatley dididik oleh keluarga pemiliknya sampai dia bisa membaca Alkitab, klasik Yunani dan Latin dan sastra Inggris. Setelah dibebaskan pasca kematian ibu keluarga Wheatley, Phillis menjadi lebih vokal dalam mengekspresikan pandangan anti perbudakan nya, dan kemudian menjadi penyair kulit hitam pertama yang terkenal secara internasional dalam sejarah, menerbitkan buku pertamanya pada tahun 1773.



 Selama dua tahun terakhir, Sanda Ojiambo dari Kenya menjabat sebagai Direktur Eksekutif United Nations Global Compact (UNGC), memimpin pengembangan strategi baru yang ambisius untuk mempercepat dan menskalakan dampak kolektif global bisnis untuk menegakkan Sepuluh Prinsip-prinsip Global Compact, dan mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. UNGC mendukung perusahaan untuk melakukan bisnis secara bertanggung jawab dengan menyelaraskan strategi dan operasi mereka dengan Sepuluh Prinsip Hak Asasi Manusia, Tenaga Kerja, Lingkungan dan Anti Korupsi.


Sekarang UNGC telah menunjuk Ojiambo sebagai Asisten Sekretaris Jenderal. Dalam peran ini, Ms. Ojiambo bertanggung jawab dalam memimpin inisiatif keberlanjutan berbagai perusahaan besar di dunia, membangun kemitraan strategis yang diperlukan untuk mendorong dampak dan advokasi di tingkat lokal dan global. Ojiambo menjadi penasehat kepada Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal tentang kontribusi sektor swasta pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, tentang keterlibatan PBB dengan bisnis dan tentang kemitraan organisasi utama dengan sektor swasta. Dia juga akan mengelola dan mengkoordinasikan keterlibatan UNGC dalam urusan antar-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, terlibat dengan organisasi multilateral dan internasional yang relevan, di samping mengembangkan kemitraan baru yang inovatif dengan sektor swasta.


 Dalam presentasinya, Ananda Sukarlan menjelaskan bahwa Phillis Wheatley adalah bukti ilustratif kaum abolisionis bahwa budak kulit hitam pada waktu itu juga memiliki nilai artistik dan intelektual. Salah satu karya yang dinyanyikan adalah puisi paling terkenal dari Wheatley, "On Being Brought from Africa to America".






INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com