Antara Bola,Pencinta dan Kemanusiaan | M. Dzunnurain - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis puisi untuk memperebutkan ANUGERAH HAK ASASI MANUSIA. Deadline 10 Desember 2022 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

6 Okt 2022

Antara Bola,Pencinta dan Kemanusiaan | M. Dzunnurain

 Antara Bola,Pencinta dan Kemanusiaan

| M. Dzunnurain

Tragedi kanjuruhan*

Secarik kertas yang aku tulis di depan angkringan

Dengan keseruan menonton pertandingan sepak bola

Pengen ku lontarkan bait-bait sajak

Ketika mendengar pluit wasit

Pertanda akhirnya sebuah pertandingan

Ketika itu kebisingan merajarela

Serine berbunyi,Tribun berasap,suporter berterbangan ke lapangan

Kapan mereka-mereka yang hanya ingin menjadikan permasalahan

Untuk tidak melibatkan banyak korban


Bukan hanya bermaksud untuk kepuasan semata

Akan tetapi ingin menjaga martabat merka

Aku tak pandai bermain bola

Tapi untuk kita semua

Untuk sepak bola kita

Yang harus kita jaga bagi seorang pecinta


Apakah mereka masih tega

Mempermainkan peraturan fifa

Hanya untuk kepuasan semata


Pertandingan itu wajar

Dengan kekalahan dan kemenangan yang mereka raih

Itu hanya hasil dalam usaha-usaha mereka

Dengan mengedepankan sportivitas


Kasihanilah mereka para pencinta yang hanya sekedar menonton

Yang ini akan terlibat menjadi dalang

Dengan meraratanya segala permasalahan


Tunjukkan bahwa kita berkemanusiaan

Dengan mengedepankan intelektual

Mendalami spritual

Dengan emosional kita yang harus tunjukkan kepada mereka-mereka

Untuk saling menghargai satu sama lain


Semoga mereka hidup tenang

Yang berpulang untuk tidak menyimpan rasa dendam

Semoga di tempatkan disisi yang tenang

Bersemayam dalam kebahagian yang tuhan berikan



Angkringan Depan Pasar Dinoyo




Episode Perpisahan I

Siang menuju malam

Begitu pula malam menunggu hangatnya siang

Satu jam

Serasa satu tahun

Akhir sebuah perpisahan

Yang tak akan pernah ku lupakan

Dan Tersimpan dalam kenangan





















Gazebo FKIP

Episode Perpisahan II


Kala fajar terbit dari ufuk timur

menyinari kehangatan jiwa yang lentur

mengobarkan semangat

dari keheningan yang membeku

dalam benak kalbu yang membisu


Senyum cakrawala yang membiru

menanti kedatangan seseorang

yang telah membawa jalan lurus kehidupan

seseorang yang tak akan pernah ku lupakan

meskipun dalam jiwa raga di kejauhan


Perasaan tak akan pernah hilang

bergeliat menjadi sebuah kenangan

yang tersimpan dalam rangkul pikiran

selalu mendatangkan sanubari kerinduan


Telah kutemui engkau di sudut senja yang buram

cakrawala yang gelap mendatangkan seruan tangisan

berteduh di bawah pohon-pohon yang rintang

menunggu deru angin untuk mengantarkan ucapan perpisahan


Kepadamu, tak akan ku lupakan

sampai detik terakhir penghabisan





 Gazebo FKIP



Serpihan Hati Yang Hilang


Cakrawala gelap gulita

mengundang perasaan yang dulu kelam

kini menjadi keheningan

di tengah hiruk pikuk kenistaan


Kepak-kepak kelelawar

mengelilingi di bawah sinar rembulan

meniupkan seluring kebisingan

di tengah-tengah penderitaan

mencari serpihan-serpihan hati yang hilang


Bercak-bercak darah mengalir kesekujur tubuh

detak jantung mengguncang keheningan

menjatuhkan hati menjadi serpihan-serpihan

layaknya kristal yang jatuh, hancur lebur

menghilang tertimbun tanah


Takdir tak akan berubah

dari skenario yang telah tertata

yang pergi mungkin menjadi kenangan

yang datang akan menjadi penantian

dari segala bahagia, aku ucapkan syukur

dari segala kehilangan, aku harus belajar tafakkur 




Angkringan

Tak Akan Pernah Menyerah


Aku tak akan menyerah

Sebelum terik matahari menyinari seluruh tubuhku

Untuk menerangkan imajinasiku

Yang diam membeku

Aku tak akan menyerah

Sebelum segumpalan awan menangis

Membasahi seluruh tubuhku

Tak akan penah menyerah

Sampai bunga Mawar tumbuh

Memberi keharuman

Untuk lebah-lebah sejati yang selalu menghinggapinya


Angkringan

















dzun_nr Bernama Lengkap Muhammad Dzunnurain. Lahir di Sumenep, 30 Juni 2003 Mahasiswa Baru Universitas Islam Malang, Saat ini aktif di Organisasi PMII rayon Al kindi Komisariat UNISMA.




INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com