Puisi Teguh Tri Fauzi : (Catatan Peristiwa Puisi Pengembara) - negerikertas.com

INFO ATAS

Share link karya anda ke banyak orang agar mendapat peluang besar untuk meraih Anugerah Sastra dari Negeri Kertas, dengan kriteria karya kualitas terbaik dari 10 karya dengan pembaca terbanyak. Berhadiah uang tunai dan piagam penghargaan.

Media Sastra dan Seni Budaya

WA 628888710313 | Email nkertas@gmail.com

28 Apr 2022

Puisi Teguh Tri Fauzi : (Catatan Peristiwa Puisi Pengembara)

Puisi Teguh Tri Fauzi : (Catatan Peristiwa Puisi Pengembara)


Siapakah yang Lahir


Siapakah yang lahir

dari coretan tinta

yang menari-nari

di lembaran kertas


Kau hanya tersenyum melihatku, Tuhan

menunggu huruf-huruf menyetubuhimu

dengan angan yang liar

bait-bait bernyanyi

melintasi semua samudra


Di atas jalan


Di atas jalan: penuh rintangan.

Aku langkahkan jiwa yang liar

menaburkan resah kesunyian-

bersemilir bagai angin topan, berputar

ya berputar, mendobrak batas penghalang


Di atas jalan: kemah pengembaraan.

Aku menujumu, Tuhan

mencuri pernak-pernik kehidupan


Di persimpangan


Di persimpangan, kuhentikan perjalanan

Coretan cinta pada cakrawala itu

mencoba mengupas rasa-

rindu mengalun merdu:

Aku berjanji pada sang waktu

nanti pukul sembilan lewat sembilan, Tuhan

di relung kalbu, aku pasti menjemputmu


ketika malaikat terlelap di ruang tamu

kutulis surat cinta:

Izinkan detik ini saja, kunaiki tangga kata-kata

untuk mengajakmu kencan di taman bunga.


Lapisan Jarak dan Sajak


Ketika rumah kesaksian terbuka

tak ada yang boleh bergerak: ada lapisan

jarak mengungkap rahasia-

nyanyian langit mengais hujan

selalu di-serap tanah kesunyian

menjadi pohon kehidupan: kembali


Sampai rumah kesaksian tertutup

tak ada yang boleh beranjak: semua mesti

diam menikmati nyanyian-

sajak-sajak pencarian peta keajaiban

misteri kematian: datang.


Di rumah: kehidupan


Di rumah: kehidupan

langit dan bumi menempuh jarak

tarik-ulur seperti roh dan badan

menjelajahi dunia mencari pesan-


dan selamanya mengukir makna

kenapa terbit dan terbenam

Jalan panjang, jalan bercabang

persimpangan, menuju kepulangan:

rumah Tuhan, di ujung kematian.








Teguh Tri Fauzi – Pria kelahiran Bogor yang menyenangi permainan bersembunyi di tempat yang terang: menunggu sampai di mana dan akan bagaimana fenomena labirin kehidupan selesai.

Untuk mengenal lebih dekat, walaupun kenyataannya masih berjauhan, bisa kunjungi akun Instagram: Teguh_trifauzi dan ruang ajaib Whatshap: 085887932974. Begitu.



INFO BAWAH

[ Dukung peningkatan honor penulis karya terbaik dengan cara klik iklan yang ada di website ini. Untuk berhenti mendapat info dari NK, caranya ketik UNREG kirim ke nkertas@gmail.com ]