NAPAS-NAPAS NELAYAN || Puisi Dian Chandra - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau untuk memperebutkan Anugerah Sumpah Pemuda. Deadline 28 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

5 Apr 2022

NAPAS-NAPAS NELAYAN || Puisi Dian Chandra

 NAPAS-NAPAS NELAYAN || Puisi Dian Chandra

 

aku masih menelusuri

jejak hantu 

di rimba keratung

yang membikin demam

serta mengantarkan ketakutan

dalam gigil penjagal hutan

 

jika kelak kutemukan

mungkin satu hantu

atau 

ratusan 

akan kusematkan di kampungku 

yang ramai tambang timah

membikin nelayan kenyang keluh

berhari-hari

sebab ikan lenyap

sebab laut memendam lumpur kelam

 

entah pada kelekak yang mana

hantu itu berumah

menyembunyikan kengerian 

dalam hati yang baik

 

sedang aku membikin tulah

dari serapah pencarian berhari-hari

teruntuk penambang nakal

melaut untuk mencuri kehidupan

dari napas-napas nelayan

dan 

ikan-ikan

 

Toboali, 05 April 2022

 

Catatan: 

Puisi terinspirasi dari maraknya tambang timah di sekitar pantai Batu Perahu dan pantai Nek Aji di Bangka Selatan. Adapun Rimba Keratung adalah nama hutan di Bangka Selatan yang terkenal dengan keangkerannya.

 

 -----------------------------


IKAN-IKAN BERENANG DI DALAM LEMPAH KUNING || 

 

kumasak lempah kuning

ikan-ikan berenang-renang di dalamnya

mencari-cari bilik rumah

yang mengambang

di antara lumatan kunyit dan belacan

 

satu-satu mengirim isyarat

hendak mensucikan kuah lempah

lewat syair-syair 

dan rentetan dzikir tanpa jeda

yang menganga sepanjang genangan berwarna kuning

 

batinku sunyi

dalam pengamatan yang rindang

-- ikan-ikan cukup tahu

cara melepaskan beban

yang pekat

bersama napas yang retas

dari persemayaman purba

 

Toboali, 01 April 2022

 

 

Catatan: 

Lempah kuning adalah masakah khas daerah Bangka. Berupa sajian kuah kuning dengan bahan utama berupa ikan atau daging. 

 

 

Tentang Penulis

 

Dian Chandra adalah nama pena dari Hardianti, S.Hum.,M.Hum. Seorang Arkeolog lulusan S1 dan S2 di Universitas Indonesia. Bermukim di Toboali, Bangka Selatan. 

 

Telah menetaskan karya berupa novel solo dan buku kumpulan puisi berjudul:

- Sapatha dari Negeri Seberang (Pilar Pustaka, 2021)

- Lalu (Bookies, 2022)

 

Anda dapat menyapanya melalui Email: authorhardianti@gmail.com

Facebook: Dian Chandra dan Instagram: @hardianti_S. Hum 

 

Prestasi: 

- Juara 2 Event 30 Hari Menulis Puisi Bersama OPINIA dan KSBM, 2022

 

-Juara 2 Event Menulis Puisi Bersama AdaMedia, 2022

 

-Juara 1 dalam Opening Event Lomba Menulis Nasional Cerpen dan Puisi yang diselenggarakan oleh Antariksa Pustaka dan Rumah Literasi, 2021

 


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com