Puisi Merawati May - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

18 Feb 2022

Puisi Merawati May

 BAYANG BAYANG ILUSI


Merawati May


Biarlah rindu cepat berakhir

Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani

Biarlah kunikmati kesunyian ini

Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini


Biarlah kunikmati kehampaan ini

Mungkin air mata yang tulus akan lebih bermakna dari pada tawa penuh dusta


Semoga kerinduan ini akan segera berakhir

Seiring kudapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna dan dapat membuatku bahagia


Rindu bukanlah angin

Tapi air mata bukanlah hujan

Yang membasahi lentik bulu mata

Tapi jiwa bukanlah gemuruh yang luruh

Membiarkan tanganmu dan tanganku bertelangkup dalam getar

Tapi rindu bukanlah angin yang datang

dan pergi tanpa mampu mengejarnya


Semilir rasa membelai jiwa

tercium aroma yang jauh disana

Bayang-bayang rindu hiasi dalam beranda

Warna canda tawa dirimu yang jauh di sana

Terniang ditelinga membisikkan kata

Engkau yang jauh di sana semoga merasakan rinduku juga


Mengambang dalam batas yang tak tercapai.

Daun-daun menggigil dalam dekapan angin

di musim gugur

Merinding dalam hasrat yang tak tergapai

Jarak membungkus kita dalam mil-mil

kesunyian tapi rindu membuat hati melekat.


Lalu berbaring saling terpaku,

“Dekatlah daku.”

Bulan terguling ke dalam kelambu


Senyum yang menjadi rahasia bibirmu

Selalu ada puisi untukmu

semua kata penuh tujuan

menggambarkan debar bagaimana indahnya ingin kupanggil namamu


Senyum yang menjadi rahasia bibirmu

Tumbuh satu per satu menggetarkan sunyi, bermekaran di antara jemari

Sebagian terperangkap ke dalam sajak

sebagian terlepas menjelma menjadi

Bayang-bayang ilusi


Bengkulu, 18 Februari 2022


Merawati May Berasal dari Kota Bengkulu, lahir di Mukomuko, 12 Mei 1978. Anak kelima dari sepuluh bersaudara ini menyelesaikan pendidikan jurusan ekonomi manajemen tahun 2001. Memiliki dua karya tunggal: Perjalananku (2016), Nasihat Ibu ( 2021) dan berbagai buku antologi bersama, di antaranya: Kemarin, Sekarang, dan Nanti, 'antologi 6 tahun sonian (2021), Perempuan-perempuan Tanpa Topeng ( 2021),  Masa Kecil  ( 2021), Frasa di Langit Maya (2020), Para Penyintas Makna  ( 2021), Hidup Berdamai dengan Corona  ( 2021), Jalan Kenangan Ibuku ( 2021), Merah Putih Pelita ( 2021). Pernah masuk di majalah malaysia sebagai puisi terbaik: Lekat-lekat Memikat ( 2020), dan penulis dunia digital di ruang pekerja seni ( 2020-sekarang).


No wa : 085381277268

Akun facebook : Mera wati,SE




INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com