005

header ads

PUISI KARYA VITO PRASETYO

 Menuju Jalan Filsuf 


tulang rusuk ini, tempat mengisah luka

di malam yang pecahkan keberanian dorong-mendorong

angin hempaskan tangan menggoncang balok penjagalan lalu ucapkan: pertemuan kematian

karat besi hanya meniru lapuknya kayu dimana air mata tuntaskan perihnya raga dan tulang memutih

sebening salju, kaku tinggalkan aib

menusuk buih-buih sajak kehidupan


: mari lantunkan kata-kata abadi


kereta jalan mengikuti arah pikiran disitu, malaikat pernah menaruh galaksi

berisi tentang pecahnya saturnus dan jupiter hingga langit berkubang duka


langit, di atas segalanya ribuan sinar tersisa memberangus kesesatan

menuju bukit-bukit untuk duduk bertafakur seperti Isa Almasih mendaki bukit golgota diiringi lonceng-lonceng

mengalunkan simphoni dari kastil engkau masih saja bertanya,

: itukah jalan kebenaran


kita singkap kembali luka

untuk menerangkan puisi Khalil Gibran tersimpan rapi di perapian cinta

saat kubabat rumput ilalang

di musim hujan bermandikan salju

riak tangis bayi-bayi kecil ditinggal ibunya mencari kitab kebenaran

di sepenggal catatan perang, masa tirani raja-raja bertangan besi

petaka angin kembali menggoncang di bumi, yang tinggal sepertiga zaman binatang-binatang tak lagi buas

adalah socrates, aristoteles telah kehilangan filosofi

biarkan puisi ini terbaring menuju pemakaman angin karena filosofi tidak selalu benar di zaman ini

di peradaban baru

Malang, 2021


VITO PRASETYO, dilahirkan di Makassar, 24 Februari 1964 -- Agama: Islam -- Bertempat tinggal di Kab. Malang – Pernah kuliah di IKIP Makassar

Bergiat di penulisan sastra sejak 1983, dan peminat budaya

Naskah Opini dan Sastra (Cerpen, Puisi, Esai, Resensi), Artikel Pendidikan & Bahasa telah dimuat media cetak lokal, nasional, dan Malaysia. Karya-karyanya termaktub dalam beberapa Buku Antologi.




Posting Komentar

0 Komentar