005

header ads

Puisi Karya A. Musabbih

 MASIH DI KOTA LAMA


Karya A. Musabbih


Kau bicara tentang bangku kosong


yang berjejer di dalam sebuah ruang


ketika negara sedang berjalan


melupakan ketakutan


 


Eropa


Asia Timur


Inlander


 


Tapi di kafe ini


semua melingkar


seperti kalung


saling bergelayut di jenjang leher


dan tampak lentur


 


Tidak ada lagi inlander


semua mencair


 


Lalu di manakah si Kulit Putih


di antara para pengunjung


yang memesan latte, capucino


espresso, flat white, sampai americano


yang kau pikir masih tersisa


di bibir-bibir cangkir?


 


Tidak. Mereka sudah merdeka


Terutama dari trauma


 


Bubuk kopi membuat sepasang mata


     semakin terbuka


dan melihat pahit


sebagai sabit


yang mempercantik malam temaram


di sudut-sudut kota bekas rawa


 


Kepul asap yang terbang dan berkelindan


di antara percakapan-percakapan kosong


adalah kebebasan yang disambut hangat


     liuk keroncong


 


Kita sudah melangkah jauh


dari trem atau ular besi


terlebih alunan pedati


 


‘’Tapi kita masih di sini,


bersamanya yang sedang sibuk bekerja


membangun proposal menjadi kanal-kanal


bagi arus deras kapital


yang sebentar lagi mengusir


kapal-kapal’’


 


Februari 2022


A. Musabbih lahir di Tegal, 1986. Alumni Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Buku kumpulan puisinya berjudul Sajadah Katulistiwa (Wadahkata, 2020), masuk sebagai nominasi penghargaan Prasidatama Balai Bahasa Jawa Tengah 2021 dan Arsip Rindu (Prabu 21, 2021). Pernah mengikuti beberapa sayembara menulis puisi dan meraih beberapa penghargaan; Juara Harapan lomba cipta Puisi Nasional “Sejuta Puisi untuk Palestina” (2021), Juara I lomba cipta puisi Hari Kartini se-Jawa di Universitas Pancasakti Tegal 2020, juara II cipta puisi Festival Sastra Jawa Tengah 2019, Puisi Terbaik lomba menulis puisi nasional Leon Agusta Institute (Padang, 2014), juara II lomba cipta puisi nasional Batu Bedil Award (Lampung, 2011), juara II lomba cipta puisi Semarak Bulan Bahasa (UNTIRTA, Banten 2009), juara III lomba cipta puisi FLP Yogyakarta (Yogya, 2007), dan beberapa nominasi. Serta aktif menulis puisi dalam beberapa antologi puisi bersama. Beralamat di Jl. KH. Mansyur F4 RT 05/03 Desa Slawi Kulon Kec. Slawi, Kabupaten Tegal. Bergabung bersama Dewan Kesenian Kabupaten Tegal dan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Kabupaten Tegal. FB dan IG : Sabbih Sabana.  



Posting Komentar

0 Komentar