Puisi Helmy Khan. - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

19 Feb 2022

Puisi Helmy Khan.

 Sajadah Pasir
1/
Terdengar riuh zikir tersemat di sepanjang sajadah. melintang ke arah matahari. mencecap pucuk-pucuk cemara yang bergetar dihempas angin. 
Sedang di paruh sepasang burung camar. tersimpan gemuruh derita butir-butir pasir. menyulam ketakutan di tubuhnya. atas selongsong besi dan kawat yang beranak pinak menjelma dinding beton. menyekat perjumpaan kasih.
2/
Larik getar daun cemara serupa rumbai benang sajadah. menyusup dalam setiap batang-batang pohon. membisikkan risalah kematian. tentang debur ombak yang menghantam batuan karang. dan merah saga senja beraroma darah mengucur dari setiap pasir yang dihimpit batuan beton. tak ubahnya serangkai mata dadu yang melahirkan takdir kefanaan.
Reranting dengan ikonik larik daun cemara.
gemulai angin laut melingkari kekosongan waktu. meranggas; mencecap dahan-dahan pohon yang dimutilasi. ditumbalkan atas keserakahan jutaan kepala. 
3/
Entah berapa panjang sajadah pasir tergeruk. ditanam berjuta-juta benih udang. dipupuk zat-zat kimia. menetaskan lendir limbah dari cangkang kapitalisme. pekat bau tak sedap menyisihkan sebagian waktu atas racun yang beriringan membanjar di tepi pantai.
4/
Sejak awal tahun kemarin, kegetiran telah melanda dada nelayan. menyulam sulur musim dengan jalanya yang koyak tak lagi menjadi pelipur lara. sebab tanggal bulan tua telah menakdirkan sajadah pasir mereka menjelma kubik parit. 
5/
Sejak itu, kantung mata nelayan selalu menakar keresahan ombak. dan bilah-bilah batang cemara yang dikandaskan tangan-tangan besi. dijuahkan dari kekasihnya yang bernama camar. dan saat itu juga tak lagi terdengar asmaraloka di penghujung senja dari kepakan sepasang sayapnya. 
6/
Sajadah pasir di seberang rumahku. tak ubahnya ratapan pembantaian. segala harap terserap terik matahari.
Toteker, 2021
____
Helmy Khan, lahir di Batang-Batang Sumenep Madura. Suka menulis cerpen dan puisi. Beberapa karyanya telah tayang di media cetak dan online seperti Kabar Madura, Rakyat Sultra, Harian Merapi, Scintia Indonesia, Surau id, Tanjung Pinang Post, Rakyat Sumbar, Madrasah Digital, Dunia Santri, Mata Madura dll. Saat ini berproses di Komunitas Semenjak dan Bhisat Sumenep. Pernah menyantri di PP. Sabilul Muttaqin Sumenep dan menempuh pendidikan di perguruan tinggi INKADHA Madura. FB: Helmy Khan. WA: 085230046124. Email: helmykhan90@gmail.com.
x
x

x

INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com