PUISI FEBIANA MOLO - negerikertas.com

INFO ATAS

Lomba Cipta Puisi | DEADLINE 20 Februari 2023 | Apabila dalam 30 Hari, karya yang anda kirimkan di Negeri Kertas tidak dimuat, secara otomatis karya tersebut statusnya dikembalikan.

Jaringan Penulis Pembaca Sastra dan Budaya

Pimpinan Redaksi: Fileski | nkertas@gmail.com

17 Feb 2022

PUISI FEBIANA MOLO

 MEDITASI KAKTUS

PUISI FEBIANA MOLO 

Di rahim padang nan sunyi
duri tumbuh di jari,
paras pucat yang disiksa terik; sungguh membangkang meraih napas,
dan tatapan adalah perihal kosong—dengan seuntai doa yang secara hati-hati keluar dari nadi,
dan menguap ke langit putih dengan saksama—tentang hidup yang menghidupkan. 

“O; dewa—aku kini menggenapi takdir sebagai ruh yang lapar,
tanpa rumah di antara lekuk mata hati yang hening,
dengan lutut menghadap kegersangan,
kapan tiba pengadilan Tuhan?”
  

Mendung murung ditawan embusan—matahari pergi,
menawan hamba yang setia melupa—tentang kesabaran, luka, duka dan kematian. 

Kini semua hampir tiba pada candu semu,
berceloteh kegirangan—di lorong-lorong gersang,
tempat riwayat mimpi berkelana,
mencari penjaga gerbang surga dan neraka,
yang ikhlas menghitung: siapakah yang kelak dicambuk?—juga dipeluk dalam kemuliaan. 

Telah dikisahkan untuk dirapalkan: 
sebelum alpha—bahwa percakapan-percakapan cinta adam dan hawa,
di taman firdaus yang mekar keindahan—adalah desis ular—simbol kesalahan dan dosa. 

“O, Tuhan—hamba rapuh.” 

Pada sejagat, hamba tanggalkan perseteruan,
tanpa dendam dan penyesalan,
mempersembahkannya pada deru hujan terakhir,
dengan darah sehangat pelukan,
dan tulang sekuat perjalanan,
dari denyut—mata air pertama kalinya tercipta. 

Jadilah duri di tanah moyang ini,
yang tiada menikam,
rajin meranumkan kidung-kidung pujian,
dengan kredo yang dinubuatkan,
untuk Tuhan Maha Pencipta dan Maha Rahmat,
sesama yang meneteskan air mata,
alam yang menjerit,
untuk pergi pada sisa-sisa jejak telapak kaki,
menuju mula—tiada. 

Tatakiren—Kota Atambua, 17 Februari 2022 

Tentang Penulis
   
Febiana Molo, dilahirkan di Atambua pada tanggal 18 Februari 1991. Memiliki hobi membaca dan menulis. Menulis menjadi salah satu rutinitas. Melalui Wattpad beberapa novelnya ditawari untuk diterbitkan. Novel-novel tersebut adalah “The Dark” dan “Dear Aldi”. Beberapa puisi dan cerpen pernah dimuat dalam tabloid Warta Flobamora. Seorang guru di SDI Tanah Merah II Atambua. Email: febianamolo@gmail.com; Facebook: Ann M; WA: 081383710260.


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa PUISI/CERPEN/ARTIKEL + BIODATA narasi + FOTO penulis atau GAMBAR ilustrasi, semuanya dalam SATU LAMPIRAN email file Ms Word. Bagian paling atas bertuliskan JUDUL KARYA + NAMA PENULIS. Kirim ke email nkertas@gmail.com