Tempuran Srigati | Puisi Arif Gumantia - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

20 Okt 2021

Tempuran Srigati | Puisi Arif Gumantia


Tempuran Srigati


Lodeh terong, lodeh ontong pisang, tiwul, dan ikan asin adalah menu makan siang itu
Di sebuah warung pojok dekat punden palenggahan srigati dan masjid  yang berdampingan

Kopi nangka yang ku minum terasa sangat pahit dengan aroma deplokan besi dan aroma nangka yang tak begitu terasa
Karena mungkin aromanya sudah mengalir di denyut nadiku


Kami berjalan di antara klaras
Daun jati kering yang telah lama digugurkan pohonnya
Menuruni tangga yang menyimpan jejak-jejak tak tercatat sejarah
Menuju pertemuan dua sungai yang mata airnya dari lereng lawu

Mereka bertemu setelah menyusun petualangan-petualangannya sendiri
"Benarkah Brawijaya V pernah kungkum di sini?"
"Benarkah Brawijaya V pernah lenggah dan menetap di sini?"
Seorang bapak bertelanjang dada sambil menyapu menjawab :
"Semua itu ada pada keyakinanmu, kalau kamu yakin, maka Brawijaya V itu ada di sini."

Aku merasa berada pada suasana hening
Keheningan di antara harapan gemericik air sungai pada pertemuan dan suara daun-daun jati yang jatuh

O...Srigati
Kau terbuat dari doa-doa yang ditanam
Sunyi
Sembunyi
Tapi menguatkan yang tumbuh
Menjaga semua yang ada di tempat ini
Karena kali tempuran adalah tempat bertemunya semua wajah kerinduan



Arif Gumantia
Alas ketonggo 
September 2021

INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com