Tempuran Srigati | Puisi Arif Gumantia - negerikertas.com

.

(Mulai 1 Agustus 2021 setiap Cerpen yang dimuat di negerikertas.com mendapat honor Rp 100.000)

Tempuran Srigati | Puisi Arif Gumantia


Tempuran Srigati


Lodeh terong, lodeh ontong pisang, tiwul, dan ikan asin adalah menu makan siang itu
Di sebuah warung pojok dekat punden palenggahan srigati dan masjid  yang berdampingan

Kopi nangka yang ku minum terasa sangat pahit dengan aroma deplokan besi dan aroma nangka yang tak begitu terasa
Karena mungkin aromanya sudah mengalir di denyut nadiku


Kami berjalan di antara klaras
Daun jati kering yang telah lama digugurkan pohonnya
Menuruni tangga yang menyimpan jejak-jejak tak tercatat sejarah
Menuju pertemuan dua sungai yang mata airnya dari lereng lawu

Mereka bertemu setelah menyusun petualangan-petualangannya sendiri
"Benarkah Brawijaya V pernah kungkum di sini?"
"Benarkah Brawijaya V pernah lenggah dan menetap di sini?"
Seorang bapak bertelanjang dada sambil menyapu menjawab :
"Semua itu ada pada keyakinanmu, kalau kamu yakin, maka Brawijaya V itu ada di sini."

Aku merasa berada pada suasana hening
Keheningan di antara harapan gemericik air sungai pada pertemuan dan suara daun-daun jati yang jatuh

O...Srigati
Kau terbuat dari doa-doa yang ditanam
Sunyi
Sembunyi
Tapi menguatkan yang tumbuh
Menjaga semua yang ada di tempat ini
Karena kali tempuran adalah tempat bertemunya semua wajah kerinduan



Arif Gumantia
Alas ketonggo 
September 2021

.