Puisi Teguh Ardiansyah - negerikertas.com

.

Puisi Teguh Ardiansyah

 Puisi-Puisi Teguh Ardiansyah

SETAPAK JALAN

Setapak jalan jadi benang merah ingatan

Jejak-jejak kasut dan bayangan raga samar disana

Guguran dedaunan menua 

Terselip kisah di dalamnya

Tentang kita dan romansa

Yang kini gugur layu dan tiada


Semak belukar rimbun menutupi jalan

Kini jejak-jejak kian hilang

Namun kisah masih sekuat akar ilalang

Walaupun raga berpisah tapi cinta masih mengakar di jiwa

Kini di usia senjaku aku menabur asa di langit jingga

Kiranya bersualah kita di alam surga


Kembali kuziarahi setapak jalan yang pernah kita jamah

Lengang bak hati ini yang merindu

Lembut angin senja membelai wajahku

Teringat halus sentuhan jemarimu

Dan teringin kembali hangat dalam dekap tubuhmu

Aku rapuh memikul sejuta rindu yang menggunung


Pada setapak jalan yang usang

Pada kisah-kisah yang tak lekang

Aku menemukan kita disana

Meski dalam bayang dan kenang

Dan romansa yang kian renta

Meski kini kau tak di sampingku

Tapi cintamu abadi di usiaku


.