Puisi Rattih Renoningsih - negerikertas.com

.

Puisi Rattih Renoningsih

 

Suatu Hari Ketika Akhirnya Aku Mati

 

Hari kala kabut menipis tetapi kalut tak jua habis

Telingaku tuli mendengar rengekan jiwa jiwa kelaparan

Akhir bulan yang mendung,dompet ikut pula berkabung

 

Patah imanku dirasuki setan durjana

Dengan pongahnya kuhitung dosa manusia

Seperti dinobatkan menjadi asisten malaikat

Terlena melupakan kebaikan, tersenyum diantara setapak sesat

 

Kutenun keputusan kusut dan menyesal telah jadi rumit tak terperi

Mengulang memintal benang sementara kain tak kunjung jadi

Aku telah membutakan mata untuk esok dan lusa

Membatasi asa hakiki tiada terhingga

 

Hari hari tetap menjadi sama atau tanpa sadar kubuat ia menjadi sama

Aku yang tak lagi temukan inti sejatiku

Termakan euforia tentang diri nan sempurna

Lupa diri tentang langit yang belum didaki

Aku mati, terlindas egoku sendiri

 

 

Tanjung Jabung Timur, Januari 2020

.