Puisi DM Ningsi - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen untuk memperebutkan Anugerah Sumpah Pemuda. Deadline 28 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

2 Nov 2020

Puisi DM Ningsi

 maut mengejar mereka tertawa


dan

pada jam yang berdetak

kami terperangkap

bagai gumpalan-gumpalan abu

memenuhi cakrawala

rahwana menghujam binasa

burung kondor menunggu hidangan pembuka

manusia-manusia tersadai

dalam asap mengepul

api menghujam rasa


“pantang larang dilanggar, adat resam kini tenggelam, pendatang menghadang, kami meradang! Jerebu menyerbu, awan biru kelabu, ladang gersang kami terpanggang!”


perlahan tapi pasti

nyanyian maut mengintip

sebalik pohon-pohon yang kehilangan pijakan

dedaunan lebur dihisap angin 

anak-anak menghirup udara

tanpa tahu jerat Izrail semakin mendekat


berita pagi dan secangkir espresso

pahit mencekik

mengabarkan kota yang nyaris musnah

“toke dari kerajaan seberang bermata sipit mencari lahan,mengeruk alam, menghisap darah hingga ke akar, drama apa lagi yang hendak ditampilkan? mereka melenggang pulang ke negara asal,tinggalkan bara yang terpendam jerebu menghantam!”


hutan habis kikis

aduhai naseb

anak watan meringis




INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com