Puisi Debu HENDRIANTO - negerikertas.com

INFO ATAS

Ayo menulis cerpen atau puisi untuk memperebutkan Anugerah Kesaktian Pancasila. Deadline 1 Oktober 2022 | Kirim ke email nkertas@gmail.com

Media Sastra dan Seni Budaya

email nkertas@gmail.com | WA 628888710313

2 Nov 2020

Puisi Debu HENDRIANTO

 Debu

HENDRIANTO


Senandungmu membangkitkan amarahku 

Setiap hari menggelegar di telinga

Kuingin marah melampiaskan, tapi... tak ada daya di sini

siapa diri ini, hanya debu di atas abu


Oh, suara nyanyian sang penguasa 

merdu dan elok didengar oleh sang penista


Kapan, kapan, entah sampai kapan

Hati berteriak menjerit, tetepi mulut terkunci melilit

Fitnah bertaburan, diiringi manis pujian

Cibiran berperan, cacian mematikan angan

Pangkat berkuasa karena dusta merajalela


Dimanakah kau sayang 

Di manakah kau yang kurindu

lihat dan dengarlah tangis kehilangan dariku

Aku rindu keadilan yang sudah lama lenyap ditelan sang penipu.


INFO BAWAH

Cara kirim tulisan ke Negeri Kertas: Tulis karya anda berupa puisi/cerpen/artikel + biodata narasi + foto penulis atau gambar ilustrasi, semuanya dalam satu lampiran MS Word. Kirim ke email nkertas@gmail.com