Puisi Karya Novy Noorhayati Syahfida | negerikertas.com
Info:    MUSIK    TEATER    FILM    ESAI    CERPEN    PUISI    WORKSHOP    ANTOLOGI    SEJARAH    MUSIKALISASI    INSPIRASI    RESENSI    PROFIL   
Home » » Puisi Karya Novy Noorhayati Syahfida

Puisi Karya Novy Noorhayati Syahfida

Posted by negerikertas.com on 27 Nov 2018

Kenanga


kembali kucium wangi kenanga
tumbuh liar di sepanjang jalan tak bernama
berderet-deret melambai penuh pesona
mengajakku kembali pada selarik nostalgia


kita seringkali membicarakan kelak sebagai semoga
dan harap atas nama doa-doa
namun almanak menyajikan kini sebagai sebuah realita
lalu kita melukis kebahagiaan di langit senja
melalui atap bianglala


di ujung kelokan itu, kita hanya tertawa
dan waktu hanya sebagai orang ketiga


Kedoya

Kabisat


angka-angka berjatuhan pada almanac
debu-debu menempel tinggalkan jejak
tertera sebagai hari ke-dua puluh Sembilan
ia menanti selama beberapa saat; sendirian
menyesuaikan tahun demi tahun
sebagai panutan sebagai acuan
sepanjang takdir perjalanan
hari-hari kemudian yang terbujur kaku
sementara kita pernah menyelam di antara deretan tanggal itu


Tangerang

Di Kafe Stasiun


kita duduk sejajar, tanpa batas
setengah hati kita di meja menari bebas
aku memesan green tea latte
dan kau dengan secangkir kopi panas
"kopi ini terlalu mahal,"
katamu siang itu di kafe stasiun
setengah hati lain menuju rindu yang amsal
di penghujung tahun


Kedoya

Sudut Bandara


sudut bandara pukul tiga dinihari
sepotong muffin bertemu dengan secangkir kopi
dalam gemuruh yang paling nyeri
koper-koper tergesa angkat kaki
sedada kenangan terbakar sepi


Tangerang

Terminal


sepasang kopi menemu sunyi
pada terminal yang pernah kita lalui
seperti kedatangan-kepergian yang silih berganti
melengkapi segala bayang segala kenang
sebab perihal sepetak rindu yang tak akan lekang
meski dada di mabuk kepayang


Tangerang

BIODATA:
Novy Noorhayati Syahfida lahir pada tanggal 12 November di Jakarta. Alumni Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Manajemen dari Universitas Pasundan Bandung. Puisi-puisinya telah dipublikasikan di berbagai media cetak, media online, dan juga di lebih dari 90 buku antologi bersama. Namanya juga tercantum dalam Profil Perempuan Pengarang & Penulis Indonesia (Kosa Kata Kita, 2012). Tiga buku kumpulan puisi tunggalnya yang berjudul Atas Nama Cinta (Shell-Jagat Tempurung, 2012), Kuukir Senja dari Balik Jendela (Oase Qalbu, 2013) dan Labirin (Metabook, 2015) telah terbit. Saat ini bekerja di sebuah perusahaan kontraktor dan menetap di Tangerang.

 



#puisi #sastra

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Posting Komentar