Oleh: Dwi Kartika Rahayu, S.Sn.
Dunia orang dewasa seringkali menuntut ketepatan dan bentuk yang jelas. Namun, melalui jemari Rafa, kita diingatkan kembali pada sebuah masa di mana garis tidak harus lurus dan warna tidak harus berada di dalam kotak. 'Corat-coret' dalam pameran Wonderful Sea ini bukan sekadar ketidaksengajaan. Ia adalah gerak intuitif, sebuah kejujuran tanpa filter tentang bagaimana seorang anak merekam energi laut yang luas. Di setiap goresan yang terlihat acak, sebenarnya ada ritme ombak dan semangat eksplorasi yang tidak dibatasi oleh aturan perspektif akademis.
The Sublime Versi Rafa
Bagi Rafa, laut mungkin terlalu besar untuk dijinakkan dalam bentuk yang rapi. Maka, ia melukisnya dengan ledakan garis. Corat-coret ini adalah ekspresi dari rasa takjubnya—sebuah bentuk The Sublime yang paling murni. Kita melihat 'kekacauan' yang indah; sebuah tarian warna yang menggambarkan riuh rendah suara angin dan deburan air. Di sini, Rafa tak sedang melukis objek laut, ia sedang melukis perasaannya saat berada di dekat laut.
Ada kemerdekaan yang luar biasa dalam setiap coretan tangan Rafa, tanpa beban untuk menjadi 'mirip', lukisan Rafa menjadi jendela menuju imajinasi yang tak bertepi. Lewat garis-garis bebas ini, kita diajak menyelami 'Wonderful Sea' bukan dengan logika, tapi dengan rasa."
Corat-Coret Ini Penting
Mengapa penting karena ada Ekspresi Kinestetik. Bagi Rafa dan anak-lain melukis adalah aktivitas fisik. Coretan panjang dan kuat seringkali melambangkan gerakan tubuh mereka saat merasakan energi dari tema yang mereka lukis (dalam hal ini, kekuatan laut). Ada Abstraksi Murni: Maestro seperti Joan Miró atau Cy Twombly menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk bisa melukis "sebebas anak kecil". Mereka menganggap coretan anak sebagai bentuk seni yang paling jujur karena belum terkontaminasi oleh ekspektasi publik. Merupakan Simbolisme Warna: Meskipun bentuknya mungkin belum terdefinisi (abstrak), pemilihan warna oleh anak adalah indikator emosi. Biru yang bertumpuk-tumpuk bisa berarti kedalaman, sementara coretan putih yang tajam bisa berarti buih ombak yang dinamis.
Percakapan Ikan di Balik Gelombang
Adalah catatan intuisi-intuisi Rafa melalui bahasa visual yang kaya dengan lompatan pemikiran namun sekonsisten ombak berdebur di lautan. Bagaikan percakapan ikan di balik gelombang, Rafa menyampaikan perasaannya melalui tutur visual yang menenangkan, menghanyutkan sekaligus menggetarkan.

0 Komentar
Lingkar literasi, sastra, dan seni budaya Asia Tenggara serumpun Bahasa.